
Ilustrasi
JawaPos.com - Ketua Forum Kota Wali Cirebon Ustad H Dede Muharam mengatakan, wacana sertifikasi khatib yang disampaikan Menag Lukman Hakim Saifuddin, terlalu berlebihan. Seharusnya, kata Dede, Kemenag bekerja sama dengan MUI mulai tingkat pusat sampai kota/kabupaten, untuk menggelar kegiatan peningkatan kapasitas dan kualitas khatib.
Tujuannya agar khatib memiliki kafaah ilmiyah atau kecukupan ilmu dan mampu memahami nilai-nilai agama Islam secara utuh, luas, dan komprehensif. “Kalau ada program peningkatan dari Kementerian Agama dan MUI, saya yakin khatib lebih profesional,” ucapnya kepada Radar Cirebon (Jawa Pos Group), Selasa (31/1).
Di samping menguasai syarat dan rukun khutbah jumat, khatib harus mampu mempelajari jamaah dan problematika di daerah masing-masing. Karena itu, Dede Muharam menilai Kementerian Agama perlu melakukan upaya peningkatan kemampuan pada khatib. Bukan pada pengawasan tanpa pembinaan.
Kalau mengawasi setelah terjadi “kriminalisasi” ulama dan tokoh-tokoh Islam yang duduk sebagai pejabat negara maupun pemerintahan, hal ini semakin menunjukan pemerintah saat ini memusuhi Islam dan ulama. Jika pengawasan khutbah benar-benar dilakukan, sambung Dede, rezim sekarang lebih buruk dibandingkan orde baru.
Pasca reformasi, lanjut owner Andalus City ini, era demokrasi di Indonesia semakin maju dan berkembang. Keterbukaan informasi dan hak menyampaikan pendapat di muka umum tidak dibatasi secara berlebihan. Tapi selama ini masyarakat seolah diberikan ketakutan menyampaikan sesuatu secara terbuka.
“Tidak perlu ada sertifikasi khatib. Itu berlebihan,” tegas Dede. (ysf/abd/via/sam/oet/yuz/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
