Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Februari 2017 | 21.57 WIB

Sempat Dibekap, Seorang Ibu Lawan Penculik Anak

Ilustrasi - Image

Ilustrasi


JawaPos.com- Warga Dusun Luwung, Desa/ Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, geger Senin (31/1). Sebab, ada percobaan penculikan anak balita di wilayah tersebut. Untung, penculikan itu digagalkan ibu korban, Yunita Dike Andini, 21.



Yunita berhasil menggagalkan penculikan tersebut setelah memecahkan gelas sehingga membuat kedua pelaku ketakutan. Insiden itu berlangsung kemarin sekitar pukul 11.55. Menurut pengakuan Yunita, kemarin siang dirinya bersih-bersih dengan menyapu lantai rumah yang dikontraknya tersebut.



Kondisi rumahnya kebetulan sepi kemarin. Sang suami, Moch. Yusuf, 22, berada di Trawas untuk bekerja. Saat selesai menyapu, dia berniat masuk dan menutup pintu rumah.



Namun, belum sepenuhnya tertutup, pintu tersebut ditendang dua orang yang tidak dikenal. Yunita yang kala itu menggendong anaknya dengan seledang dibuat ketakutan. Namun, dia tidak bisa berbuat banyak. Begitu mendobrak pintu, kedua pelaku langsung masuk rumah kontrakan korban dan membekap mulutnya.



Seorang pelaku yang membekapnya itu pun mengancam Yunita untuk tidak berteriak dan menggigit tangan yang membekap mulutnya tersebut. ’’Awas, kalau sampai menggigit tangan dan berteriak,’’ ungkapnya menirukan ucapan salah seorang pelaku kepadanya.



Tidak hanya mengancam, pelaku juga menunjukkan cutter untuk menakut-nakuti korban. Saat seorang pelaku membekapnya, satu pelaku lain menarik-narik Hanifa Indah Ardiyanti, anak Yunita.



Namun, dengan sekuat tenaga, korban berusaha mempertahankan balita berusia 1,5 tahun itu. ’’Orangnya (pelaku, Red) bilang, tidak mau (ambil, Red) motor saya. Mereka mau anak saya. Sebab, anak saya bisa dijual dengan harga yang lebih mahal,’’ terangnya.



Menurut Yunita, dirinya dan anaknya berhasil menyelamatkan diri dari dua penjahat tersebut setelah meraih sebuah gelas di meja lemari. Gelas itu dibanting ke lantai dengan menggunakan tangan kiri hingga pecah.



Kegaduhan suara gelas pecah tersebut rupanya membuat dua pelaku keder. Kedua pelaku memilih keluar tanpa membawa korban. Dia menyebutkan, dua pelaku itu lari ke timur.



Begitu para pelaku kabur, Yunita berteriak meminta pertolongan kepada warga. Beberapa warga yang mendengar teriakan tersebut berusaha mengejar pelaku, tapi tidak berhasil.



Yunita menjelaskan, dua pelaku itu mempunyai postur tubuh agak tinggi. ’’Warna kulitnya sawo matang. Yang satu rambutnya agak panjang, yang satu mohawk,’’ jelasnya.



Saat dimintai konfirmasi kemarin, Kanitreskrim Polsek Beji Iptu Yudhi Prasetyo mengakui, secara resmi pihaknya belum mendapatkan laporan mengenai percobaan penculikan tersebut. Namun, petugas sudah mendatangi rumah kontrakan korban untuk menelusuri kejadian itu.



Sejauh ini pihaknya belum bisa memberikan kesimpulan. Apakah aksi tersebut terkait dengan sindikat perdagangan anak atau tidak.



’’Kami masih menunggu laporan resmi dari korban untuk menelusuri lebih dalam. Karena itu, untuk dikaitkan dengan indikasi sindikat perdagangan anak atau tidak, kami belum bisa menyimpulkannya,’’ terang Yudhi yang mendampingi Kapolsek Beji Kompol Wagiran kemarin. (one/mie/c22/end)




Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore