Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Februari 2017 | 13.57 WIB

Wow, Biaya Pengobatan Sulami Manusia Kayu Mencapai Setengah Miliar

Sulami tiba di RSTim dokter siap memberikan penanganan khusus.UD Dr Moewardi kemarin. - Image

Sulami tiba di RSTim dokter siap memberikan penanganan khusus.UD Dr Moewardi kemarin.


JawaPos.com – Biaya pengobatan penderita penyakit langka Ankylosing Spondylitis yang dialami Sulami, 37, warga Dusun Selorejo, Desa Mojokerto, Kecamatan Kedawung, Sragen, Jawa Tengah ternyata menelan biaya yang tidak sedikit. Beberapa hari dirawat di RSUD Dr Moewardi, Solo, biaya yang sudah dikeluarkan biaya mencapai setengah miliar.



Namun, Sulami bisa bernapas lega lantaran dirinya masuk dalam jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Jadi, semua biaya pengobatan ditanggung pemerintah. 



”Tadi setelah mendapatkan laporan dan bertemu dengan tim dokter ternyata kebutuhan biaya pengobatan Sulami ini mencapai Rp 480 juta. Ini baru perkiraan kasarnya saja.  Sebab, penyakit jenis Ankylosing Spondylitis ini kan termasuk penyakit yang sangat langka,” jelasnya Direktur Jenderal (Dirjen) Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) Hartono Laras, seperti dilansir Radar Solo.



Karena belum banyak rumah sakit yang bisa menangani kasus ini karena sangat langkah, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan RSUP Dr Sarjito Jogjakarta sampai mengajukan permohonan untuk merawat Sulami.  



“Banyak pihak yang ingin menjadikan Ankylosing Spondylitis sebagai objek penelitian. Tapi karena tim dokter masih dalam tahapan observasi penyakit ini, maka diputuskan untuk tetap di Dr Moewardi. Barulah ketika nanti perlu penanganan lebih jauh akan diambil tindakan lanjutan. Tentunya semua yang memutuskan adalah tim dokter yang menangani,”  urai Hartono.



Selain itu, untuk perawatan di kota lain harus memperhitungkan pula aspek keluarga yang mendampingi. Sebab, Sulami selama ini hanya dirawat oleh sang nenek yang sudah lanjut usia. Karena itu, Kemensos juga akan memberikan bantuan untuk biaya operasional keluarga yang tiap harinya merawat Sulami 



Bahkan kemensos juga tidak lupa memberikan bantuan yang mendukung kebutuhan sehari-hari bagi Sulami dan keluarga. Mulai dari bantuan beras sejahtera (rastra) tiap bulan 15 kilogram, program keluarga harapan (PKH), rumah tidak layak huni (RTLH) untuk rehab bangunan sebesar Rp 15 juta dan juga asistensi lanjut usia (aslut) sebesar Rp 200 ribu per bulan untuk sang nenek. Sedangkan keluarga lainnya juga telah mendapatkan jaminan kesehatan melalui program KIS.



”Kalau yang sakit kan sudah ter-cover semua lewat BPJS. Tapi yang mendampingi ini kan juga butuh biaya. Makanya kami juga mengutamakan untuk meng-cover keluarga yang mendamping. Termasuk biaya operasional selama perawatan berlangsung juga akan ditanggung,” jelasnya.



Untuk itu Hartono juga mengapresiasi tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) yang cukup sigap menangani permasalahan Sulami dan keluarga kurang berada ini. Ada sebanyak 7.094 relawan di seluruh penjuru Indonesia sudah memiliki grup Whatsapp sebagai jejaring informasi penanganan warga masyarakat yang membutuhkan biaya.



”Relawan ini cukup sigap menangani. Bahkan saat ada informasi semacam kasus Sulami kemarin, konfirmasi yang valid bisa didapat kurang dari satu jam. Ini kan sebagai wujud negara juga hadir di masyarakat,” jelasnya.




Tidak hanya Sulami, ada satu lagi kasus serupa yang ditemukan di Sragen. Pasien adalah Rodiyah, 37, warga Watubuncu, Desa Jeruk, Kecamatan Miri, Sragen. Kondisinya cukup parah karena persendiaanya tidak bisa digerakkan. Termasuk juga jari-jari tangan dan pergelangan kaknya yang sudah kaku. (vit/bun)


Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore