Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Februari 2017 | 13.05 WIB

Gagasan Geser Bukan Gusur Ala Agus Yudhoyono Bisa Diterapkan

Agus Harimurti Yudhoyono - Image

Agus Harimurti Yudhoyono

JawaPos.com - Janji kampanye calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono menjadi sorotan. Agus berjanji tidak menggusur warga di bantaran kali. Dia memilih untuk menggesernya sedikit. Gagasan tersebut menuai pro dan kontra. Salah satunya anggapan bahwa konsep tersebut tidak jelas.

Namun pandangan sebaliknya disampaikan pengamat tata perkotaan Stevanus J Manahampi. Dia mengatakan, apa yang disampaikan Agus bukan barang baru dan bisa diterapkan. Terutama, terkait konsep menggeser. Menurutnya, soal geser dan bukan gusur sudah diterapkan dalam konsep perumahan.

"Strategi ini sudah sering digunakan oleh Perumnas dalam peremajaan hunian-hunian lama yang sudah kumuh dan memerlukan peremajaan," ucap Stevanus ketika dikonfirmasi, Selasa (31/1).

Pria berprofesi arsitek ini mencontohkan, konsep menggeser tersebut saat ini dilakukan Perumnas di Sukaramai Medan. Di mana, konsepnya mengubah dari lantai 4 menjadi ke lantai 19. Dia menegaskan, saat ini yang sedang jalan dilakukan Perumnas itu di Sukaramai Medan.

"Kebetulan saya salah satu tim perencananya. Rusun Sukaramai Medan dari 4 lantai, akan dikembangkan jadi 19 lantai. Warga lama dapat ganti rugi unit dengan luasan yang sama dengan unit mereka sebelumnya. Selama konstruksi, mereka diberi uang kontrakan," jelas Stevanus.

Menurut dia, dengan konsep tersebut, selain warga mendapatkan hunian yang layak, juga bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dari metode pengembangan ini, pemerintah dapat meningkatkan kualitas hunian bagi warga asli yang sudah tinggal lama di sana.

"Juga dapat menyediakan kurang lebih 1.700 unit hunian baru," kata Stevanus. Karenanya Steve menilai, konsep penataan kota yang diusung Agus, berfokus kepada subyek, yaitu warga kota.

"Dia nampaknya paham bahwa warga kota itu harusnya menjadi perhatian dan fokus utama, serta harus dilibatkan sebagai komponen penting dalam pembangunan dan penataan kota. Penataan kota tidak bisa melulu berorientasi pada estetika atau ekonomi. Ada aspek sosial budaya dan psikologis yang harus juga diperhatikan," tandas Stevanus. (yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore