
Garis Polisi saat proses pembongkaran kuburan HRM, SPG yang meninggal diduga akibat aborsi.
JawaPos.com - Kematian HRM (23), salah seorang sales promotion girls (SPG) rokok yang ditemukan di Bukittinggi pada Jumat (6/1) lalu diyakini menyimpan misteri oleh aparat kepolisian dari Polda Sumbar.
Akibatnya petugas melakukan pembongkaran kuburan korban di Kompleks Buana Indah II, Balaibaru, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa (31/1), untuk mencari penyebab kematiannya. Pembongkaran itu dilakukan oleh Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) dan Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar.
Upaya hukum itu membuat pihak orang tua korban jadi sedih. Apalagi saat ibu korban menyaksikan identifikasi jasad HRM. Sehingga Imur, 44, orang tua korban tidak bisa berkata menyaksikan pembongkaran makam itu.
Dia mengaku kondisinya lemah saat makam anak gadisnya tersebut dibongkar pihak kepolisian. “Saya lelah dan letih. Saya tidak mau diwawancarai keadaan saya lemah,” ujarnya sambil digotong pihak keluarga.
Syawal, 27, salah seorang keluarga korban berharap, kasus ini segera selesai dan pelakunya dapat dihukum seberat-beratnya atas perbuatannya. “Sama-sama di lihat keadaan ibu korban shock dan tidak bisa berkata apa- apa. Karena dia belum bisa menerima kepergian anak gadis satu-satunya,” sebutnya.
Sementara itu, Direskrimum Polda Sumbar Kombes Erdi A Caniago mengatakan, pembongkaran makam itu dalam rangka penyelidikan dan autopsi guna mengetahui penyebab kematian korban.
“Makamnya kita bongkar. Setelah itu kita ambil salah satu organ tubuhnya untuk kita bawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Sumbar guna penyelidikan selanjutnya,” ujar Kombes Erdi.
Dikatakannya, untuk hasilnya autopsi ini pihaknya belum bisa mengetahui. Karena hasilnya baru akan keluar setelah berapa hari. Dan itu, merupakan wewenang rumah sakit dan laboratarium forensik (labfor). “Berapa hari mereka mengerjakannya. Yang jelas, makamnya dibongkar dan dilakukan otopsi di tempat,” ucapnya.
Untuk diketahui, HRM, seorang SPG salah satu perusahaan rokok ditemukan tewas di Kota Bukittinggi Jumat (6/1). Diduga kematiannya akibat melakukan aborsi. Ditenggarai aksi nekat ini dilakukannya karena tak siap menikah. Polisi sudah menetapkan kekasih korban dan rekannya asisten apoteker sebagai tersangka dalam kasus ini.
Dua tersangka tersebut masing-masing berinisial M, 32, yang tak lain kekasih korban. Dia ditangkap di depan Salapan Mart atau di dekat Novotel, Bukittinggi, Rabu (18/1) sekitar pukul 22.00 WIB. Kemudian polisi juga menangkap MC, 35, seorang asisten apoteker yang diduga sebagai penyedia obat aborsi ilegal. MC ditangkap di rumah sakit tempatnya bekerja, Jumat (20/1) sekitar pukul 10.00. (e/iil/JPG)

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
