
SABAR: Wong Ziwa menonton TV di rumah sempitnya.
JawaPos.com – Hongkong, kota gempita dengan gemerlap cahaya. Namun, gemerlap itu bukan milik semua. Sebagian penduduk Hongkong tinggal di dalam rumah yang lebih pas disebut sebagai kamar. Mereka menyebutnya sebagai rumah peti mati. Disebut demikian karena luasnya terbatas. Hanya 1,9 meter persegi. Hanya cukup untuk satu orang dan sedikit barang.
PBB menyebut rumah tersebut sebagai pelecehan terhadap kehormatan manusia. Tetapi, bukan tanpa alasan mereka memilih rumah peti mati, harga perumahan di Hongkong sangat mahal. Bahkan, Hongkong dinobatkan sebagai negara dengan harga rumah paling mahal di dunia. Sejak tahun 2012, angka perumahan di Hongkong naik sampai 50 persen. Karena itu, banyak apartemen yang kemudian dibagi-bagi untuk menciptakan rumah peti mati demi memenuhi permintaan atas perumahan.
Salah satu yang memilih rumah peti mati tersebut adalah Wong Ziwa. Lelaki itu menyewa rumah imutnya sebesar USD 300 (setara Rp 4 juta) per bulan. Rumah peti mati adalah rumah terkini Wong. Sebelumnya selama 20 tahun, Wong tinggal di rumah sangkar. Sebenarnya tidak pas disebut rumah. Karena, sesuai namanya, itu berbentuk sangkar yang terbuat dari kawat. Petak-petak sangkar itu berada di dalam apartemen juga.
”Sudah dua tahun sejak saya mengajukan aplikasi untuk rumah murah. Namun belum ada kabarnya. Sampai berapa lama lagi saya harus menunggu? Saya tidak tahu,” katanya kepada kantor berita Reuters.
Ada lebih dari tujuh juta orang tinggal di Hongkong. Pemerintah sudah merencanakan untuk menyediakan 460 ribu apartemen dalam waktu 10 tahun. Namun, bagi pekerja sosial Sze Lai Shan, pemerintah butuh kebijakan cepat untuk mengatasi masalah perumahan.
”Mereka tinggal di ruang sempit yang penuh polusi udara. Kaki mereka bahkan sulit untuk diselonjorkan. Hidup seperti itu pasti punya pengaruh psikologis dan sosial yang besar,” kata Shin yang bernaung di Society for Community Organisation. Pemerintah memperkirakan, penduduk Hongkong yang tinggal di kamar sempit macam Wong ada 200 ribu orang. Namun, Shan meyakini angkanya jauh lebih besar. (Reuters/tia)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
