
Pegawai BP Batam meninggalkan ruangan Sasana Soeprapto Kejari Batam usai dimintai keterangan oleh tim Satgasus Kejagung.
JawaPos.com - Dugaan korupsi di badan pengusahaan (BP) Batam menjadi sorotan bagi penyidik dari Tim Satgasus Kejaksaan Agung (Kejagung). Buktinya 10 orang pegawai BP Batam berhadapan dengan tim satgas tersebut untuk menjalani pemeriksaan di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, pada Selasa (31/1).
"Pemeriksaan itu baru mulai hari ini (31/1) hingga beberapa hari kedepan. Rencananya sampai Kamis (2/2)," ujar Kajari Batam, Mikroj seperti yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Rabu (1/2).
Mikroj mengatakan, dalam penyelidikan kasus ini, pihaknya cuma diminta sebagai fasilitator untuk menyediakan penyedia tempat pemeriksaan. "Tujuannya untuk penyelidikan yang bersifat on the spot," terangnya.
Sejauh ini, lanjut Mikroj, Kejari Batam masih menunggu koordinasi. "Kami belum diperbantukan untuk menangani perkara yang sedang diselidiki tim Satgasus ini. Sehingga belum diketahui terkait apa pemeriksaan tersebut dilakukan," jelasnya.
Terlihat di ruang tertutup dengan pintu kaca itu, dua jaksa memeriksa delapan orang dari BP Batam. Di meja yang satu, seorang jaksa dengan enam orang yang diperiksa. Mereka tampak formal dengan aktifitas layaknya sebuah wawancara. Sementara di meja lainnya, seorang jaksa dengan dua orang yang diperiksa sibuk membolak-balik lembaran-lembaran peta lahan dengan menunjukkan sesuatu berkaitan dengan hal yang ditanyakan oleh jaksa tersebut.
Aktivitas di ruang Soeprapto itu berlangsung sekira pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB. Seusai pemeriksaan, enam orang yang diperiksa keluar dengan wajah cukup tegang dan berusaha menghindari tangkapan gambar awak media. Mereka juga bungkam saat dikonfirmasi.
Disusul dua pejabat BP Batam lainnya, sempat menyatakan bahwa mereka hanya membantu memberikan data sesama instansi pemerintahan saja. "Hanya itu saja. Sementara hanya itu," ucap salah satu pejabat yang diperiksa.
Tidak lama berselang, dua jaksa pemeriksa juga keluar menuju lift. "Kami tidak bisa bicara banyak, yang jelas ini proses penyelidikan," ucap jaksa Abvianto dari tim satgasus Kejagung.
Mikroj menambahkan, pemeriksaan yang dilakukan bersifat menyeluruh sehingga belum menjurus kepada pokok perkara. "Dari 10 orang yang turun, dibagi pemeriksaan secara data dari keterangan pihak-pihak terkait dan sebagian turun turun ke 'lapangan' untuk pemeriksaan mendapatkan temuan-temuan yang bisa dijadikan bukti," paparnya.
Sebelumnya, pemeriksaan oleh tim Kejagung terhadap pejabat BP Batam ini sudah pernah digelar (23/11) 2016 lalu. Diduga, hal tersebut terkait hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI pada tahun 2014 yang dilengkapi dengan hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada tahun 2015.
Dalam audit itu, adanya temuan kerugian negara baik di sektor pelabuhan, lahan, dan lainnya. Tepatnya, tagihan piutang yang masuk namun belum dibayarkan. Potensi kehilangan itulah yang kini sedang diselidiki Kejagung. (nji/iil/JPG)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
