
MELUBER: Tanggul Sungai Gunting, Jombang jebol.
JawaPos.com- Hujan yang turun terus-menerus mengakibatkan tanggul di Sungai Gunting, Jombang jebol pada Rabu pukul 22.00 (25/1). Ada dua titik tanggul yang jebol. Diduga, kedua tanggul tidak kuat menahan derasnya aliran sungai.
Berdasar informasi yang dihimpun di lokasi, hujan deras yang turun diikuti debit air Sungai Gunting yang tinggi. ”Saat itu debit air di Dam Balongsono, Kecamatan Sumobito, memang cukup tinggi, yaitu sekitar 410 viscal. Kemudian, tanggul longsor hingga jebol,” kata Kasun Johoclumrit, Kecamatan Sumobito, Yanto di lokasi.
Akibatnya, aliran Sungai Gunting meluber hingga ke lahan persawahan disekitar lokasi. Derasnya aliran sungai mengakibatan aspal jalan ikut tergerus. Tumpukkan material yang terbawa aliran sungai juga terlihat.
Bahkan, salah satu alat proyek milik BBWS Brantas, yaitu molen, terbawa arus hingga ketengah sawah. Kini akses jalan utama antara Dusun Johoclumprit, Desa/Kecamatan Sumobito, dan Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, Jombang juga terputus.
”Terpaksa putar balik. Kalau pakai sepeda motor bisa lewat jembatan di Sumobito yang jaraknya 3 kilometer. Sementara kendaraan roda empat langsung ke Mojoagung. Jaraknya 14 kilometer,” ungkap pria berusia 44 tahun tersebut.
Sebelumnya, sepanjang tanggul itu kini memasuki tahap pembangunan parapet. Pembangunan tersebut, kata Yanto, ditangani langsung oleh BBWS Brantas. Sekarang pembangunannya sudah berjalan hampir 20 hari. ”Jadi, sudah ada sebagian yang dicor. Yang jebol baru dipasang kerangka,” ujarnya.
Kondisi tanggul sebelum jebol sudah digali dan dipasang kerangka. Karena semakin tipis, kekuatan tanggul menjadi berkurang. Nah,tanggul akhirnya jebol karena tak kuat menahan aliran sungai. Air pun meluber hingga ke persawahan dan memutus akses utama.
Tak hanya menggenangi persawahan, aliran Sungai Gunting yang cukup tinggi dan deras menerobos permukiman warga. ”Jadi, selain lahan pertanian, air sampai ke kawasan Desa Curahmalang. Saat itu kondisinya cukup deras. Apalagi, hujan belum reda, masih turun,” ungkapnya.
Jebolnya tanggul tersebut adalah kejadian yang kali kedua. Yang pertama terjadi pada awal 2015, tepatnya20 Februari. Bahkan, kejadian itulebih parah. Sebab, jebolnya tanggul tersebut membuat dua desa di Kecamatan Sumobito terisolasi. Akses menuju Dusun Johoclumprit, Desa Sumobito, dan Dusun Pojok, Desa Curahmalang, terputus. Diduga, tanggul sungai sudah tidak kuat lagi menahan gempuran air sungai. ”Karena itu, tahun ini BBWS Brantas mungkin membuat parapet disekitar tanggul,” tuturnya.
Nah, karena akses utama sementara terputus, Yanto berharap pemerintah segera sigap. Bukan karena kewenangan memperbaiki berada di pihak BBWS Brantas, pemkab lantas tidak mau tahu. ”Semoga bisa cepat ditangani. Termasuk tanggul yang sudah jebol,’’ katanya. (fid/nk/c24/end)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
