
Petugas mengecek atap besi yang digergaji untuk melarikan diri 13 tahanan Polres Balikpapan, kemarin (26/1).
JawaPos.com - Tahanan Polres Balikpapan kabur, Kamis (26/1) dini hari. Setidaknya ada 13 “burung” (sebutan penghuni tahanan di kepolisian) yang berhasil melarikan diri dengan menggergaji besi di atas ruang tahanan, yang hanya seukuran jari kelingking dewasa.
Peristiwa tersebut baru diketahui sekitar pukul 04.20 Wita. Jeruji besi berbentuk kotak-kotak itu, bagian tengah, kanan dan kiri digergaji, kemudian pelaku antara lain 10 kasus narkoba, dua pencurian dan satu kasus pencurian dengan kekerasan. Mereka satu-persatu naik menggunakan pintu sel tahanan kamar mandi.
Setelah naik dengan menginjak pintu besi, tersisa satu meter meraih besi kotak-kotak kemudian kaki mendorong ke dinding, langsung lolos melewati kotak-kotak tadi. Setelah itu, membuka atap seng. Sampai lah di luar.
Sampai diatas, pelaku yang seluruhnya mengenakan baju tahanan warna oranye ini melompati dinding setinggi lebih tiga meter, tembus bekas asrama polres yang kini sedang dalam proses pembangunan. Bangunan sel tahanan tersebut sudah 1950-an dan mengalami beberapa kali renovasi namun tidak pada bagian atap.
Sementara, satu kamera pengawas closed circuit television (CCTV) di ruang sel tahanan berukuran total 5x7 meter dilengkapi dua kamar mandi, satu televisi untuk umum, berada di samping besi kotak tadi dibengkokan ke arah dinding, agar aksi mereka menggergaji tak terlihat. Satu CCTV lagi, berada di pintu masuk sel tahanan.
Polisi menduga, proses penggergajian dilakukan 2 jam sebelum kabur. Ini terlihat dari ukuran besi yang cukup kecil. Sementara dengan menggergaji empat titik, kemudian besi dibengkokkan. Sepertinya sudah direncanakan matang.
Sesuai protap pembangunan sel tahanan, jeruji besi baja minimal ukuran diameter 1-2 cm, kemudian plafon dilapisi jeruji besi pula. Seluruh dinding termasuk dilapisi jeruji besi, dan dicor.
Dari burung yang kabur, tiga di antaranya sudah diamankan. Yakni Bernadus Rinto ditangkap pukul 07.30 Wita di kawasan Sepinggan, Balikpapan Selatan dan Muhamad Agus Irawan kasus narkoba dan Supriadi kasus pencurian.
Supriadi sendiri diketahui menyerahkan diri. Dia datang ke rumah ibunya di Perumahan Bangun Rekasa, Soekarno-Hatta Km 6, Balikpapan Utara. “Kebetulan ibunya punya tetangga polwan,” kata Paur Bag Humas Polres Balikpapan Iptu Suharto dikutip dari Kaltim Pos (Jawa Pos Group), Jumat (27/1).
Agus Irawan pun di antar ke rumah Aiptu Niluh Tilarsih yang kesehariannya bertugas di Satlantas Polres Balikpapan. Kebetulan pagi itu, Niluh hendak berangkat ke kantor. Rumahnya berjarak kurang dari 60 meter dengan rumah ibu Agus.
Sementara itu, Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta mengaku menyayangkan petugas jaga yang bertugas diduga lalai. Dirinya hampir setiap hari mengingatkan agar rutin melakukan cek ruang tahanan.
“Setiap hari saya ingatkan,” ucapnya. Saat kejadian, memang tahanan banyak. Sedianya, ruang tahanannya mampu menampung kurang lebih 35 orang. Namun, faktanya lebih dari 80 orang. “Kami lakukan evaluasi,” ujarnya.
Kapasitas ruang tahanan Polres Balikpapan dinilai kapolres sudah tak layak. Lebih lanjut, Suharto menjelaskan, kondisi ruang tahanan Polres ada lima kamar tahanan. Satu kamar maksimal diisi lima orang.
Ada 10 tahanan yang belum tertangkap, menurut Suharto, mereka tidak berbahaya. “Mereka kasus narkoba. Masyarakat tidak perlu takut, kami masih lakukan pengejaran, informasi sekecil apapn kami tindaklanjuti,” tuturnya.
Pembangunan kantor baru Polres Balikpapan tiga lantai dapat menjawab segala problematika yang ada. Termasuk jumlah tahanan yang over kapasitas. “Untuk ruang tahanan di kantor baru nantinya dapat menampung sebanyak 100 orang tahanan, dengan kondisi struktur bangunan yang baik,” kata Suharto.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
