Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Januari 2017 | 18.46 WIB

Dituding Hina TKI, Fahri Hamzah Dilaporkan ke MKD  

Ilustrasi - Image

Ilustrasi


JawaPos.com - Kicauan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di twitter berbuntut panjang. Hari ini, Jumat (27/1), Fahri dilaporkan Direktur Migrant Care, Anis Hidayah ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). "Jadi hari ini Migrant Care melaporkan saudara Fahri Hamzah atas cuitan di lini masa twitter," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (27/1).


Adapun kicauan Fahri di twitter yang diunggah pada Selasa (24/1) dianggap Migrant Care merendahkan martabat perempuan dan pekerja rumah tangga (PRT). Yakni, dengan menyebutkan bahwa anak bangsa mengemis menjadi 'babu' di luar negeri.


Kata Anis, ada beberapa prinsip yang dilanggar Fahri secara etis di twitternya itu. Pertama, istilah 'babu' tidak relevan dengan konsepsi perburuhan karena lekat dengan konsepsi perbudakan dan sudah lama dihapus dalam kamus perburuhan.


Karenanya, Migrant Care saja, lanjut dia, menyebutnya PRT dan itu diakui resmi oleh organisasi perburuhan internasional. "Jadi itu bagi kami menyakiti buruh migran yang selama ini mereka bekerja secara martabat. Disebut pembantu saja tidak boleh, apalagi babu," tegas Anis.


Kedua, istilah mengemis. Migrant Care menilai kata itu juga tidak pantas untuk disampaikan karena buruh migran yang ke luar negeri bekerja bukan mengemis atau meminta-minta.


"Bahkan mereka bekerja dengan keringat, darah bahkan yang juga kehilangan nyawa. Betapa sulitnya kehidupan mereka," seru Anis.


Oleh sebab itu, amat disayangkan ketika Fahri mengatakan hal itu dalam twitternya. Apalagi Fahri terpilih dari daerah pemilihan (dapil) Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mayoritas warganya menjadi buruh migran.


"Artinya dengan menyebut mereka seperti itu sama saja menyebut pemilihnya yang mengantarkan saudara FH, sebagai pengemis juga," pungkas Anis.


Sebagaimana diketahui, pada akun twitternya, Fahri sempat menyinggung soal banyaknya warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri sementara pekerja asing merajalela di tanah air.


"Anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang dan pekerja asing merajalela," tulis Fahri dalam akun twitter pribadinya @Fahrihamzah.(dna/JPG)


Editor: Imam Solehudin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore