
Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok
JawaPos.com - Sidang penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah bergulir sebanyak tujuh kali. Sidang sudah memasuki pokok perkara dengan memeriksa para saksi pelapor maupun saksi fakta.
Namun Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman selaku pelapor Ahok menilai, selama persidangan Ahok dan kuasa hukumnya lebih banyak berkutat pada pertanyaan yang tidak terkait perkara.
Dia mencontohkan seperti masalah pribadi saksi, soal administrasi pelaporan, soal salah tulis di laporan, masalah pilkada dan masalah-masalah sepele lainnya.
"Bahkan lucunya di sidang kemarin ada kuasa hukum Ahok yang menanyakan soal sepatu saksi yaitu Iman Sudirman pelapor dari Palu. Ada juga yang bertanya tentang Goreng Sukun yang disuguhkan waktu acara di Pulau Pramuka itu kepada saksi fakta Yulihardi (Lurah Pulau Panggang, Kepulauan Seribu)," kata Pedri saat dikonfirmasi, Jumat (27/1).
Menurut dia, pihak Ahok makin tidak substansi, keluar jauh dari pokok perkara. "Ini menunjukkan bahwa pihak Ahok sudah tidak fokus mementahkan atau mematahkan isi Surat Dakwaan yang sesungguhnya menjadi pokok dalam perkara pidana ini," terang dia. (elf/JPG)

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
