
Ilustrasi
JawaPos.com - Sebanyak 40 anak usia sekolah di Kelurahan Klego, Kecamatan Pekalongan Timur, tercatat sudah tak lagi mengenyam pendidikan atau putus sekolah selama 2016 lalu. Kondisi itu terjadi diakibatkan berbagai faktor. Salah satunya, faktor internal baik dari keluarga maupun dari motivasi masing-masing anak.
"Memang ada 40 anak yang putus sekolah dari berbagai usia mulai SD sampai SMA. Namun alhamdulillah saat ini semuanya sudah bisa ditangani lewat kelompok berlajar. Mereka mengikuti pendidikan kejar paket baik kejar paket A, kejar paket B atau kejar paket C," ungkap Lurah Klego, Suwarno belum lama ini.
Dia menyatakan, faktor utama penyebab putus sekolah di wilayahnya sebagian besar karena motivasi belajar anak yang hilang. Untuk itu, pihaknya memberikan solusi alternatif dengan pendidikan kejar paket sehingga anak-anak tersebut tetap dapat mengenyam pendidikan meskipun siang harinya mereka tetap bekerja.
"Kalau miskin tidak bisa jadi alasan karena pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk menangani hal tersebut. Sehingga kami sudah mencoba melakukan pendekatan, kalau tidak mau sekolah pagi akhirnya kami ajak sekolah malam dengan sistem pendidikan kejar paket. Sehingga pagi sampai siang hari mereka tetap bisa bekerja atau memabntu orang tua," tambahnya.
Selain anak putus sekolah, terdapat beberapa masalah kependudukan lain di kelurahan tersebut. Hal itu terjadi karena Klego menjadi salah satu wilayah kawasan padat penduduk di Kota Pekalongan.
Wakil Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz menyatakan, masalah biaya tidak bisa menjadi alasan putus sekolah. Sehingga menurutnya, motivasi masing-masing anak lebih berpengaruh besar. "Kalau masalah kemiskinan, Pemerintah sudah siap membiayai. Sudah ada anggaran yang disiapkan untuk itu. Jadi kami kira faktornya karena motivasi dari anak-anak sendiri. Itupun seharusnya bisa ditangani," katanya.
Megenai bantuan yang siap diberikan, Saelany menilai bahwa selama ini kemungkinan yang terjadi adalah kurangnya komunikasi dan sosialisasi kepada masayarakat tentang adanya bantuan tersebut. "Kalau memang membutuhkan tinggal mengajukan saja nanti dari pemerintah akan membantu membiayai," tegasnya. (nul/yuz/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
