
REVANS: Para pemain Jakarta Pertamina Energi bertekad membalas kekalahan dari Jakarta PLN Elektrik.
JawaPos.com- Pertarungan sengit langsung menyapa penggemar bola voli pada laga pertama Seri I Proliga 2017. Dua tim putri yang berlaga di GOR Ken Arok, Malang, Jumat siang ini (27/1) merupakan finalis tahun lalu. Juara bertahan Jakarta Elektrik PLN melawan Jakarta Pertamina Energi.
Elektrik yang bertindak sebagai tuan rumah mengusung konfidensi tinggi. Target meraih gelar juara tiga tahun berturut-turut tidak bisa ditawar. ”Kami ingin piala Proliga tetap menjadi milik kami,” kata Hermawan selaku asisten manajer.
Sebelumnya, Yolla Yuliana cs dua kali berturut-turut menjadi juara Proliga, tepatnya pada 2015 dan 2016. Tim besutan pelatih asal Tiongkok Tian Mei itu melakukan persiapan di Bandung sejak November tahun lalu.
Beberapa pemain nasional seperti Aprilia Manganang, Yolla Yuliana, Wilda Siti Nurfadhilah, dan libero Berllian Marsheilla masih menjadi bagian dari tim. Selain itu, pemain asing yang pernah turut membawa Elektrik menjadi juara 2015, Maria Jose Perez asal Venezuela, kembali bergabung. Ditambah lagi, tim itu memiliki Lindsay Stalzer.
Open spiker dari AS tersebut sudah memiliki jam terbang tinggi. Selama dua tahun terakhir dia berhasil merengkuh dua gelar juara Philippine Super Liga Grand Prix bersama Foton Tornadoes, klub asal Filipina.
Jaminan pertandingan bakal seru kian kental dengan keberadaan Risco Herlambang sebagai pelatih Pertamina. Risco tak lain adalah asisten Tian Mei pada musim 2015. Sedikit banyak dia mengetahui karakter permainan yang coba dikembangkan Elektrik.
”Saya akan berusaha semaksimal mungkin memenangi pertandingan awal menghadapi Elektrik,” ujar Risco. Tim yang kali terakhir meraih gelar juara pada 2014 tersebut tentu tidak ingin dipecundangi lagi. Bersama kapten Novia Andriyanti, Pertamina ingin menjadi mimpi buruk bagi tim ambisius seperti Elektrik.
Pada laga kedua, nama baru menghiasi papan nama. Adalah Bandung Bank BJB yang akan meladeni perlawanan Gresik Petrokimia. Bandung Bank BJB sebenarnya bukanlah klub yang bisa dipandang sebelah mata. Tim itu pernah berkompetisi di Proliga 2003–2006 dengan nama Bandung Artdeco Bank Jabar. Prestasinya pun mentereng dengan menjadi juara pada 2003 dan 2006.
Pelatih Bank BJB Octavian ingin mengulang kesuksesan tersebut. Namun, pihaknya realistis dengan menargetkan masuk final four. Selain itu, para pemain harus berfokus dulu pada seri Malang. Bank BJB juga telah mendatangkan pemain asing dari Bosnia-Herzegovina Sonja Milanovic dan penggawa timnas bola voli putri Kanada, Jaimie Thibeault. ”Dengan skuad yang kami miliki, kami yakin bisa meraih target juara,” ujarnya.
Sementara itu, Gresik Petrokimia juga tak kalah optimistis. Petro mengaku sangat penasaran dengan perasaan merengkuh mahkota juara. Maklum, sejak ikut Proliga pada 2002, klub yang diasuh Li Huanning itu belum sekali pun menjadi kampiun. ”Saya rasa sudah saatnya kami juara,” kata Sasono Handito selaku manajer. (dit/c11/ady)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
