
Yusril Ihza Mahendra (dua dari kanan) saat press conference mengenai kasus mobil listrik.
JawaPos.com - Perkara penyediaan mobil listrik untuk APEC 2013 telah menjerat Dasep Ahmadi sebagai terdakwa. Dia merupakan pemilik PT Sarimas Ahmadi Pratama, perusahaan yang mengerjakan pesanan mobil listrik APEC.
Dalam kasus tersebut, Kejaksaan Agung (Kejagung) terkesan sangat tendensius mengaitkan Dasep dengan Dahlan melalui penerapan pasal 55 ayat 1 ke-1. Salah satu tudingan Kejagung adalah Dahlan dianggap menunjuk langsung Dasep.
"Itu semua tidak benar, proses yang seperti itu Pak Dahlan tidak terlibat. Beliau hanya memberikan ide," ujar Yusril. Karena itu, Pengadilan Tipikor Jakarta dalam vonisnya terhadap Dasep tak melihat keterlibatan Dahlan. Vonis tersebut juga dikuatkan dengan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.
Yusril menyatakan sampai saat ini belum menerima salinan putusan dari Mahkamah Agung (MA) mengenai kasasi perkara tersebut. Karena itu, dia berkeberatan dengan peryataan Jaksa Agung M. Prasetyo yang sudah menyudutkan kliennya atas dasar putusan kasasi Dasep Ahmadi.
"Tidak semestinya jaksa agung berkata seperti itu karena penegakan hukum harus didasarkan atas fakta yang berkembang di persidangan," ujarnya. Fakta persidangan, memang tak ada indikasi keterlibatan Dahlan dalam perkara Dasep.
Selain mendiskusikan kasus mobil listrik, selaku kuasa hukum Dahlan, Yusril menyinggung perkara pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim. Sebagaimana diketahui, dalam kasus itu, Dahlan telah berstatus terdakwa. Persidangan perkara tersebut beberapa kali digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya dengan menghadirkan saksi fakta dari jaksa penuntut umum (JPU).
"Dalam sidang ternyata banyak terungkap bahwa keterangan saksi JPU tidak berkesesuaian dengan BAP," ujarnya.
Rata-rata para saksi tak pernah melihat dan mengetahui peran Dahlan Iskan dalam pelepasan aset PT PWU. Yang diketahui saksi justru peran Ketua Tim Penjualan Wisnu Wardhana.
"Mudah-mudahan hakim melihat hal ini," kata mantan menteri kehakiman dan hak asasi manusia (Menkeh HAM) itu. Ketika ditanya jurnalis, apakah derasnya perkara yang menjerat Dahlan bernuansa politis? Yusril membenarkannya.
Menurut dia, kasus yang dituduhkan kepada Dahlan sebenarnya tidak mendasar. "Terkesan hanya karena sudah tidak menjabat lalu terus dicari kesalahannya," tuturnya. (atm/rul/bjg/tel/c10/ang)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
