
Jusuf Kalla
JawaPos.com - Pemerintah mengapresiasi gerakan menjaga lingkungan hidup yang dilakukan Oil Spill Combat Team (OSCT) Indonesia. OSCT dinilai dapat mengatasi persoalan tumpahan minyak dan bahan kimia yang sulit diatasi, yang biasanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dari luar negeri.
“Walaupun sebenarnya kita berharap ini semua tidak terjadi tumpahan,” kata Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla dalam sambutan Forum Penanggulangan Tumpahan Minyak dan Bahan Kimia Berbahaya Beracun (B3), Selasa (24/1).
Menurut JK -panggilan Jusuf Kalla, bencana tumpahan minyak bisa terjadi kapan saja. Apalagi, eksplorasi minyak di Indonesia dan belahan dunia lain, sumur pengeborannya banyak dilakukan di lepas lantai. Sehingga kemungkinan terjadinya tumpahan minyak, tetap ada.
Selain itu, meski saat ini kebutuhan akan minyak sudah dikurangi renewable energy, tapi untuk memenuhi kebutuhan transportasi dan industri, permintaan akan minyak tetap tinggi. Hal itu juga membuat timbulnya risiko tumpahan minyak dalam transportasi dan kegiatan di pelabuhan.
“Ini sama dengan asuransi. Maka harus berhati-hati sebelum terjadi. Saya menghargai kemampuan Tim Pak Bayu, dan berharap semoga OSCT Indonesia selalu berkembang,” katanya.
JK juga menekankan, yang terpenting adalah melakukan pencegahan. Untuk pencegahan, kata dia, harus selalu didahului pelatihan yang rutin. Baik terhadap semua tim-tim yang dibentuk di perusahaan, atau latihan bagi para anggota OSCT Indonesia. Ini mutlak diperlukan agar selalu siaga.
Selain memberikan penghargaan kepada OSCT Indonesia, JK juga meminta kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia, untuk menghindari perusahaan membayar triliunan rupiah jika terjadi tumpahan minyak, maka tentu harus mempunyai persiapan yang cukup, pengetahuan yang cukup, dan kerja sama yang baik.
Sementara itu, Chairman OSCT Indonesia, Bayu Satya mengemukakan, dalam industri penanggulangan tumpahan minyak, baik jasa maupun produk peralatannya sudah bisa disediakan oleh perusahaan-perusahan Indonesia. Akan tetapi dalam penggunaan jasa dan produk peralatan tumpahan minyak, masih ada oknum pejabat negara yang memilih produk impor. Jelas hal itu berlawanan dengan semangat memajukan industri dalam negeri.
“Padahal, pemerintah telah menerbitkan beberapa ketentuan agar semua pembelanjaan yang menggunakan APBN dan APBD, harus menggunakan produk dalam negeri, sejauh jenis barang yang dubutuhkan sudah diproduksi di dalam negeri dengan kualitas berstandar SNI,” kata Bayu. (yuz/JPG)

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
