Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Januari 2017 | 13.00 WIB

Boneka Hina Picu Kontroversi

TOKOH: Boneka Hina yang dipermasalahkan. - Image

TOKOH: Boneka Hina yang dipermasalahkan.


JawaPos.com - Kyugetsu Co Ltd tengah menjadi perbincangan. Penyebabnya, perusahaan pembuat boneka tersebut menciptakan boneka sosok Donald Trump. Bukan boneka biasa, melainkan boneka hina yang biasa digunakan saat perayaan Hari Anak Perempuan atau Hinamatsuri. Boneka itu mirip dengan sosok asli Presiden ke-45 Amerika Serikat (AS) tersebut, utamanya rambut khas yang berwarna oranye keemasan. Bedanya, boneka itu memakai kimono.



Pilihan sosok taipan 70 tahun tersebut untuk dijadikan boneka hina membuat sejumlah pembeli mengernyitkan dahi. Sebab, Trump dikenal kerap menghina perempuan dan berkomentar tidak senonoh. Sementara itu, Hinamatsuri yang digelar setiap tahun bertujuan merayakan kesehatan dan kebahagiaan para gadis kecil.



Tahun ini, perayaan Hinamatsuri jatuh pada 3 Maret. Dalam perayaan tersebut, orang tua membeli boneka hina yang tingginya hanya 60 sentimeter. Diharapkan, anak-anak gadis mereka sehat dan bahagia sepanjang tahun.



’’Saya rasa, pernyataan-pernyataannya yang seksis di depan publik memberikan gambaran bahwa kami, para perempuan, dianggap rendah,’’ ujar Saori Baba yang berencana membeli boneka hina. Ibu satu anak yang berusia 38 tahun itu mengetahui komentar-komentar vulgar suami Melania Knauss tersebut melalui televisi dan merasa tidak nyaman. Baba tidak berencana membeli boneka Trump untuk putrinya.



Pernyataan senada dilontarkan turis asal Ohio, AS, Debbie Walker. Dia membeli satu set boneka untuk cucu perempuannya yang baru lahir. Menurut dia, boneka Trump tidak pantas diberikan kepada seorang gadis kecil. Sebab, Trump membuat komentar-komentar yang tidak layak tentang perempuan selama masa kampanye. ’’Ya, dia tidak tepat untuk perempuan dan gadis kecil. Jadi, saya tidak mendukungnya,’’ ucapnya.



Kyugetsu memang memilih empat sosok terkenal untuk dijadikan boneka setiap tahun. Yakni, dua politisi dan dua olahragawan. Tahun lalu, salah seorang politikus yang dijadikan boneka adalah Hillary Clinton. Tahun ini, politikus yang dipilih adalah Trump dan Yuriko Koike, gubernur perempuan pertama Tokyo.



Menanggapi komentar publik, Wakil Presiden Kyugetsu Hisatoshi Yokoyama menegaskan bahwa pihaknya mengetahui komentar-komentar Trump yang kerap menghina perempuan. Namun, mereka memiliki tujuan sendiri dengan membuat boneka sosok pemimpin negara yang kontroversial tersebut. ’’Kami membuat boneka (Trump, Red) ini dengan harapan dia bisa membuat dunia menjadi lebih baik,’’ tuturnya. (Reuters/sha/c18/any)






Editor: Dwi Shintia
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore