Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Januari 2017 | 03.49 WIB

KPK Resmi Tetapkan Patrialis Akbar sebagai Tersangka Suap

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (kiri) dan Wakil Ketua KPK Basyaria Pandjaitan memberikan keterangan pers terkait operasi tangkap tangan (OTT) dengan tersangka Hakim MK Patrialis Akbar di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/1/2017). - Image

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (kiri) dan Wakil Ketua KPK Basyaria Pandjaitan memberikan keterangan pers terkait operasi tangkap tangan (OTT) dengan tersangka Hakim MK Patrialis Akbar di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/1/2017).

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya resmi menetapkan hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar sebagai tersangka. Penetapan tersangka dilakukan usai KPK memeriksanya 1x24 jam pasca operasi tangkap tangan (OTT), Rabu (25/1) kemarin.


"Setelah mengamankan 11 orang KPK melakukan pemeriksaan 1x24 jam dan KPK meningkatkan status ke penyidikan dengan penetapan empat orang tersangka," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam keterangan pers, Kamis (26/1) di kantornya.


Patrialis ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Dia diduga menerima uang USD 20 ribu dan SGD 200 ribu dalam bentuk voucher. Selain Patrialis, KPK juga menetapkan KN (Kamal) sebagai perantara.


Selain dia, KPK juga menetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Mereka Basuki Hariman (BHR) selaku pengusaha dan Ng Fenny (NGF) selaku sekretaris Basuki.


"BHR memberikan janji kepada PAK terkait permohonan uji materil UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam rangka pengurusan perkara dimaksud," papar Basaria.


Atas perbuatannya, Patrialis dan Kamal dijerat dengan Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.


Sementara sebagai pemberi, Basuki dan Ng Fenny dijerat dengan Pasal 6 ayat 1 atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.


Sebelumnya, KPK menangkap 11 orang dalam OTT. Mereka ditangkap di dua lokasi berbeda di Jakarta. Usai ditangkap, mereka langsung dibawa tim satgas ke gedung KPK baru Jalan Kuningan Persada, Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif 1x24 jam. (Put/jpg)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore