
SARAH JIHAN MAHARANI
Tren dunia fesyen Sidoarjo makin tidak kalah dengan kota metropolitan di Indonesia. Namun, desainer-desainer muda Kota Delta mempunyai ciri khas tersendiri. Mereka mengandalkan keunggulan lokal yang hasilnya pun mengagumkan.
SARAH Jihan Maharani menunjukkan beragam baju hasil kreasi sendiri di rumahnya di Desa Tanjungsari, Taman, kemarin. Busana-busana itu tergantung rapi di lemari kaca. Ada sepuluh baju dengan beragam jenis. Mulai banyak payet, manik-manik, hingga polosan. Semua baju tersebut dikenakan untuk keperluan modeling.
Sarah mengakui, selain dikenakan sendiri, baju itu disewakan. ”Yang jadi andalan dan laris dipesan adalah baju red ethnic modern,” ujarnya. Baju tersebut berupa dress dengan kombinasi tenun merah dan emas.
Selain kedatangan penyewa, Sarah kerap diminta membuatkan baju pelanggan. Sarah berkolaborasi ide dengan pemesan. ”Beragam pesanan. Tetapi, yang paling sulit adalah yang banyak payetnya karena harus telaten,” jelasnya.
Selain payet, yang cukup sulit adalah pengumpulan bahan baju yang persis dengan desain dalam gambar rancangan. Misalnya, cari manik-manik yang berwarna sama. Sebab, tidaksembarang tempat menjual manik-manik. ”Jika tidak ada, saya berinovasi dengan memikirkan aksesori baru yang tetap menarik untuk dipadukan dengan baju,” tuturnya.
Sambil memegang desain baju yang pernah dibuat, Sarah bercerita saat kali pertama membuat busana. Ketika itu, dia duduk di kelas XI SMAN 1 Taman. Sarah yang berkiprah di dunia catwalk sejak taman kanak-kanak merasa bahwa salah satu hal terpenting adalah kostum saat tampil modeling.
Sarah mulai berpikir untuk membuat kostum tersebut. Dia belajar otodidak dengan melihat majalah dan internet. Kemudian, dia menggambar desain sesuai imajinasi. ”Dulu aku menggambar ya bolak-balik menghapus karena belum sesuai dengan yang dipikirkan,” ungkapnya.
Seiiring dengan berjalannya waktu, Sarah makin berpengalaman. Dia mulai ahli memadupadankan banyak aksesori pada baju. Saat kompetisi model, Sarah berani mengenakan baju bikinan sendiri. Itulah yang membuat Sarah lebih bangga. Akhirnya, dia banyak meraih prestasi. ”Kostum tersebut pasti jadi penilaian lebih dalam modeling. Selain cara jalan, make-up, dan tatanan rambut, ekspresi diperlukan,” ujarnya.
Menurut dia, keunikan desain baju rancangannya menjadi nilai plus. ”Kualitas dan keunikan sih penting. Tapi, intinya harus nyaman kalau dipakai,” tambahnya. (uzi/c16/dio/sep/JPG)

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
