
Prof Achmad Jazidie
Orang tua tak pernah salah memilihkan jalan untuk anaknya. Setidaknya, hal tersebut dialami Prof Achmad Jazidie. Tak terbayang sebelumnya, keputusan mengikuti anjuran sang ayah membawanya pada tahap kehidupan saat ini.
JAZIDIE kecil tak pernah berpikiran untuk menjadi insinyur, bahkan guru besar. Sebagaimana anak-anak lain yang besar di kehidupan pesantren, dia ingin memperdalam ilmu agama. Jadi ustad atau kiai adalah cita-cita Jazidie saat itu.
Sang ayah berpendapat lain. Jazidie yang menyukai ilmu eksakta diminta menempuh pendidikan umum. Setelah menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri Gresik dan dinobatkan sebagai Pelajar Teladan SMA se-Kabupaten Gresik, dia memilih Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikan.
Pada 1977, Jazidie masuk ITS. Jujukannya adalah teknik elektro. ”Saya berpikir masuk teknik elektro lantaran itu adalah tantangan yang harus saya taklukkan,” ungkap pria kelahiran Gresik, 19 Februari 1959, tersebut ketika ditanya motivasi masuk jurusan teknik elektro.
Setelah menempuh beberapa semester, Jazidie dihadapkan pada pilihan bidang studi. Akhirnya, dia memilih teknik sistem pengaturan sebagai konsentrasi ilmu yang dipelajari hingga menyelesaikan program sarjana.
Pada 1989, Jazidie memperoleh Hitachi Scholarship dan berkesempatan melanjutkan program magister di Universitas Hiroshima di Jepang. Dia mengembangkan ilmu sistem pengaturan dalam robotika.
Kontribusi original Jazidie saat menempuh program doktoral di Universitas Hiroshima juga berkaitan dengan robot. Yakni, multipoint impedance control for redundant manipulator. Sistem tersebut memungkinkan robot bergerak lebih variatif dan bisa menyelesaikan pekerjaan lebih banyak.
Dengan begitu, robot tidak hanya bergerak di satu titik, melainkan juga di titik lain. Sebagaimana tangan manusia. ”Tidak hanya pergelangan, tetapi siku dan bahu juga bisa bergerak. Jadi, kalau ada hambatan di titik tertentu, ia bisa menggunakan jalan lain untuk menyelesaikan pekerjaan,” paparnya.
Jazidie menuturkan, perkembangan robot saat ini sangat pesat jika dibandingkan dengan pada masa dirinya berkuliah dulu. Banyak pakar yang mengembangkan teknologi robot untuk mempermudah pekerjaan manusia. Bahkan, banyak anak muda sekarang yang tertarik pada bidang tersebut.
Menurut dia, robot yang paling canggih adalah yang bisa meniru manusia dengan maksimal. Baik secara fisik maupun rasa. Hal itu biasa disebut humanoid robot. Tantangan terbesar para peneliti robot saat ini adalah memasukkan unsur sense yang bisa mengekspresikan emosi. Hal tersebut jauh lebih sulit daripada membuat robot yang bisa bergerak bebas.
Dia memaparkan, jika dilihat secara filosofis, sebenarnya kecanggihan robot lebih memanusiakan manusia. Sebab, beberapa pekerjaan yang seharusnya tidak dilakukan manusia bisa digantikan robot. Misalnya, pekerjaan di tempat pembuangan sampah, pusat pembangkit tenaga nuklir, atau pekerjaan tertentu yang membutuhkan presisi yang sangat tinggi.
Meski demikian, Jazidie menyakini bahwa era manusia tak akan sepenuhnya tergeser dengan robot. Ada beberapa hal yang tak akan pernah bisa digantikan robot. Misalnya, hati nurani untuk membedakan baik dan buruk. Juga, etika yang selama ini dijunjung manusia. ”Robot adalah buatan manusia. Jadi, perkembangannya sejalan dengan keinginan manusia untuk terus menciptakan,” ujarnya. (ant/c16/nda/sep/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
