
PEDULI BUMIL: Risma menghadiri Gebyar 1.000 HPK Selasa (25/1) di Balai Pemuda, Surabaya.
JawaPos.com – Membangun sumber daya manusia yang mumpuni tidak hanya dilakukan saat usia sekolah. Langkah tersebut harus dimulai sejak 1.000 hari pertama kelahiran (HPK). Terkait dengan hal itu, pemkot berencana memantau 315 calon pengantin demi menyukseskan program 1.000 HPK.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menegaskan, 1.000 hari pertama pasca kelahiran merupakan cikal bakal kehidupan. Karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya menyelenggarakan Gebyar 1.000 HPK di Balai Pemuda, Rabu (25/1). ’’Selama ini yang sering diomongkan hanya mencari uang untuk bangun rumah, jarang yang membicarakan soal kehamilan dengan lebih dalam,’’ ujarnya saat ditemui setelah acara.
Salah satu yang menjadi indikasi kesuksesan HPK adalah menurunnya angka kematian ibu dan bayi. Di Surabaya, menurut Risma, angka kematian bayi menurun. Dari 19 menjadi 6 bayi dalam setahun. Begitu juga angka kematian ibu yang pada 2015 mencapai 39 orang turun menjadi 27 orang pada 2016. ’’Walaupun turun, tetap ada kematian,’’ katanya. Melalui dinkes, Risma ingin mengoptimalkan 1.000 HPK agar angka kematian ibu dan bayi turun.
Febria Rachmanita, kepala Dinkes Surabaya, menyatakan bahwa ada 315 calon pengantin yang akan mendapatkan pendampingan. Langkah tersebut dilakukan sampai anak mereka berusia 2 tahun. Dinkes akan mengerahkan 150 tenaga medis untuk melakukan pendampingan. Tenaga medis itu terdiri atas satgas penurunan angka kematian ibu dan anak (penakib), petugas puskesmas, serta ahli gizi. Sesuai dengan perintah Risma, tenaga medis tersebut akan datang ke rumah-rumah penduduk.
Ada beberapa edukasi yang akan diberikan. Mereka yang masih remaja dan calon pengantin akan diberi pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi. Mereka juga akan diberi tahu bagaimana kondisi saat hamil dan pemberian ASI. ’’Tidak hanya perempuan, namun juga laki-laki. Sebab, nanti butuh bantuan ayah untuk menyukseskan ASI,’’ ucap perempuan yang akrab disapa Feni itu. Dia menuturkan, pendampingan tersebut tidak ditarik biaya.
Dokter Risa Etika SpA(K), pembicara dalam talk show Gebyar 1.000 HPK, menyarankan agar ibu bekerja mendapatkan cuti selama enam bulan. Sebab, dalam waktu enam bulan, ibu wajib memberikan ASI eksklusif. ’’Waktu enam bulan juga untuk memberikan brain development untuk si kecil,’’ jelasnya.
Sebelum itu, calon orang tua harus sehat secara fisik dan psikis. Kualitas juga gizi harus terjaga. Pola hidup pun dipastikan sehat. ’’Ada beberapa kuman yang bisa menembus plasenta. Itu akan memengaruhi kualitas bayi yang akan lahir,’’ jelas konsultan neonatologi itu. Risa menambahkan, calon pengantin juga harus belajar soal program KB. Tujuannya, memanajemen kelahiran. ’’Agar jarak kelahiran itu ideal,’’ paparnya. (lyn/c15/oni/sep/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
