
BALIK LAYAR: Pemandangan ketika wayang potehi dipentaskan.
Kelestarian wayang potehi, kesenian khas Tionghoa, masih sangat terjaga di Indonesia. Terlebih di Surabaya. Setiap hari masyarakat bisa melihat pertunjukan wayang kain tersebut di Kelenteng Hong Tiek Hian.
UMAT keluar masuk Kelenteng Hong Tiek Hian setiap waktu untuk beribadah. Seiring dengan kesibukan tersebut, terdengar suara nyanyian dan musik yang rancak. Lirik lagu dinyanyikan dalam bahasa Mandarin. Suara musik itu berasal dari kombinasi tujuh jenis alat musik.
Gesekan erhu yang ditambah tabuhan dari dagu dan talo dipadu tiupan dari alat musik seruling serta petikan sanxian. Musik tersebut mengalun dari belakang hitay (panggung wayang potehi). Alunannya mengiringi selama pertunjukan berlangsung.
Narasi pembuka pertunjukan dibacakan dalam bahasa Hokkian oleh sang dalang. Isinya merupakan kata-kata bijak dan pesan tentang kehidupan. Lalu, dilanjutkan dengan bahasa Jawa kromo inggil dan bahasa Indonesia. Sesekali dalang menyisipkan guyonan dengan bahasa Suroboyoan.
Siang itu (6/1) cerita yang dimainkan berjudul Hong Kiauw Litan. Pada sepenggal kisah, terdapat pasangan bernama Hong Kiauw dan Litan. Kiauw berasal dari rakyat jelata, sedangkan Litan keturunan seorang raja.
Dalam perjalanan kisah mereka, muncullah Dorna. Tokoh antagonis yang ingin merusak hubungan sekaligus merebut kekayaan raja. Litan dan Kiauw lantas berjuang mengembalikan ketenteraman kerajaan yang sempat direbut Dorna.
Sukarmudjiono berperan sebagai se hu (dalang) dalam pertunjukan tersebut. Dia dibantu au tay (pemain musik) dan ji jiu (pembantu dalang). ’’Biasanya dimainkan 5–6 orang,’’ ujar pria yang akrab disapa Mudjiono tersebut. Mereka tergabung dalam grup Potehi Lima Merpati Surabaya.
Di kelenteng di Jalan Dukuh itu, pertunjukan wayang potehi berlangsung setiap hari. Ada tiga sesi show dengan durasi masing-masing 2 jam. Di Surabaya, hanya Kelenteng Hong Tiek Hian yang menampilkan pertunjukan wayang potehi setiap hari.
Dari hari ke hari, cerita wayang berkelanjutan. Memang itulah ciri khas potehi. Untuk pertunjukan wayang kulit, satu cerita akan berakhir dalam sekali pertunjukan. Kalau potehi, satu judul cerita bisa selesai dalam waktu 2–4 bulan dengan setiap hari manggung. ’’Ini yang menjadi sisi uniknya,’’ kata pria 55 tahun tersebut. Dengan cerita berseri seperti itu, diharapkan ketertarikan penonton makin besar.
Sebagian besar kisah yang ditampilkan menyisipkan nasihat dan petuah tentang kehidupan. Yaitu, manusia dapat memetik pembelajaran dari setiap perjalanan hidup. Pria yang menjadi dalang sejak 35 tahun silam itu berharap kelestarian wayang potehi terus terjaga.
Berasal dari Tiongkok, keberadaan wayang potehi di Indonesia tidak lepas dari sejarah kedatangan masyarakat Tionghoa ke negara ini. Mereka membawa kesenian dari Distrik Quanzhou –distrik di sebelah tenggara Provinsi Fujian– tersebut saat berimigrasi ke Indonesia sebelum masa kolonial dan menetap di pantai utara Pulau Jawa. Kini ia pun telah berakulturasi dengan budaya Jawa. Karena wayang potehi sudah menjadi budaya turun-temurun, harus ada generasi penerus yang melestarikannya.
Selain manggung di Kelenteng Hong Tiek Hian, Mudjiono kerap kali tampil di beberapa tempat. Makin banyak order yang didapatkan menjelang perayaan besar warga Tionghoa. Tahun baru Imlek, misalnya.
Bukan melulu di Surabaya, Mudjiono dan tim juga sering bermain di luar kota. Di antaranya, Jakarta, area Jawa Timur, Makassar, dan Bali. (bri/c14/jan/sep/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022