Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Januari 2017 | 20.34 WIB

Dam Ambrol, Irigasi Tersendat

TAK LAGI KUAT: Kondisi Dam Yani yang terletak di Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Jombang ambrol. - Image

TAK LAGI KUAT: Kondisi Dam Yani yang terletak di Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Jombang ambrol.


JawaPos.com- Diduga tak kuat menahan tingginya debit air, Dam Yani di Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, ambrol Rabu siang (25/1). Parahnya, pintu dam yang ambrol tersebut merupakan satu-satunya jalur irigasi yang digunakan petani di desa setempat.



Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jombang di lokasi, warga menyebutkan bahwa fondasi dam itu tergerus air sehingga geripis. Ketika aliran air cukup deras datang, pintu dam tersebut ambrol.



”Jadi, ambruk sekitar pukul 13.00 kemarin. Bagian bawah dam memang sudah berlubang. Ketika debit air sedikit naik, tidak kuat menahan dan ambrol,’’ ujar Karsono, penjaga Dam Yani.



Di antara 11 pintu air di Dam Yani, hanya satu pintu yang ambrol. Meski demikian, pintu tersebut dianggap paling krusial karena satu-satunya pintu yang dapat mengalirkan air ke sawah warga.



”Yang jebol hanya satu pintu. Tetapi, kondisi itu akan membuat warga desa setempat kesulitan irigasi,’’ imbuhnya.



Lelaki yang sudah tiga tahun bertugas menjaga Dam Yani itu merasakan bahwa akhir-akhir ini kondisi dam tersebut butuh perhatian serius. Terutama saat beberapa lubang mulai bermunculan di dinding pintu.



Menurut dia, ambrolnya dam yang memiliki panjang sekitar 50 meter itu tak hanya berdampak pada aliran irigasi. Hal itu juga mempengaruhi akses warga untuk menyeberang.



”Biasanya, petani maupun warga lewat dam ini. Bahkan, biasanya digunakan warga untuk melintas ke makam,’’ tuturnya.



Otomatis, dam tersebut kini tak bisa lagi digunakan. Warga harus memutar jalur ke desa dengan jarak yang cukup jauh. Jaraknya mencapai 2 kilometer. ”Otomatis, sekarang warga tidak bisa melintas,’’ imbuhnya.



Sejak Karsono mengetahui adanya beberapa lubang di dinding pintu Dam Yani, dia langsung melapor ke pihak terkait. Hanya, sampai dam tersebut ambrol, belum ada penanganan khusus. ”Mulai bermunculan lubang sudah lama dan saya sudah melapor ke pihak terkait. Katanya akan ditindaklanjuti ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, tetapi belum pernah ditanggapi,’’ jelasnya.



Terkait ambrolnya Dam Yani, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Jawa Timur berjanji menindaklanjuti kejadian itu. Hanya, anggaran renovasi dam tersebut belum dibicarakan lebih jauh.



”Jadi, sebelumnya kami menerima informasi bahwa Dam Yani terputus sekitar pukul 12 siang. Setelah itu, kami langsung menindaklanjuti ke BPBD Jombang dan Mojokerto,’’ ujar Ekik Mulyadi, pengawas Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWS Brantas Jatim.



Dari hasil pantauannya, secara umum, dia menyimpulkan bahwa kondisi Dam Yani saat ini memang butuh perhatian. Dia menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Khusunya yang berkutat masalah pengairan. ”Kami akan meminta data elevasi dan debit air ke badan meteorologi untuk daerah Jombang maupun Mojokerto,’’ terangnya. (ang/nk/c21/diq)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore