
LINCAH: Rendi Irwan bakal menjadi andalan Persebaya Surabaya di Liga 2.
JawaPos.com- Persebaya terus bergerak. Setelah merampungkan seleksi tahap pertama dengan menyaring 31 pemain, seleksi kedua dijadwalkan rampung akhir pekan ini. Meski begitu, pelatih Ahmad Rosidin mengatakan bahwa perampingan untuk seleksi berikutnya tidak akan berjalan mudah.
Menurut dia, semua penggawa kian ngotot membuktikan kapasitas masing-masing. ’’Hal baiknya, kualitas mereka untuk bersaing semakin ketat,’’ ujar Ahmad.
Memang agenda latihan yang digeber di Lapangan Persebaya, Karanggayam, itu berlangsung sangat kompetitif. Small game yang melibatkan tiga tim dari 31 pemain memang masih berjalan ringan dengan diselingi canda. Namun, tempo dan atmosfernya meningkat pesat.
Disinggung mengenai jumlah pemain yang nanti bertahan dalam seleksi tahap kedua, pelatih asal Cirebon itu mengatakan maksimal 20 orang. Perinciannya, penggawa internal maksimal sepuluh orang dan sisanya senior. ’’Itu masih hitung-hitungan di atas kertas saja. Sebab, perkembangan mereka (pemain internal) juga menunjukkan grafik naik,’’ kata pelatih 53 tahun itu.
Lain internal lain pula pemain senior. hingga kini, Ahmad belum mendapat gambaran lima pemain yang nanti masuk tim berjuluk Green Force itu di Indonesia Liga 2 (Divisi Utama) yang rencananya digeber 2 April mendatang.
Sebagaimana diketahui, regulasi anyar dari PSSI menetapkan bahwa maksimal hanya lima pemain berusia di atas 25 tahun di setiap tim. Apalagi, masih ada kans bahwa pelatih kepala nanti juga membawa sejumlah pemain. ’’Satu yang pasti, kami memiliki pemain muda dengan kualitas menjanjikan yang layak diberi kesempatan,’’ beber Ahmad.
Dalam latihan kemarin, Rendi Irwan kembali berlatih bersama Mat Halil dkk. Gelandang yang di Indonesia Soccer Championship (ISC) B tahun lalu berbaju Persik Kediri itu tampak mulai setel dengan skema main yang dikehendaki Ahmad. Berbeda dengan saat pertama Rendi joint latihan dua pekan lalu (11/1).
Selain dia, ada Mokhamad Syaifuddin. Stoper PSS Sleman saat menjadi runner-up ISC B itu mulai bergabung Rabu(25/1). Alumnus klub internal FFC itu sangat mungkin masuk kerangka tim. Apalagi, usianya 25 tahun yang merupakan batas maksimal regulasi.
’’Saya memilih kembali (ke Persebaya). Bukan lantaran saya tidak ingin bertahan di sana (PSS), namun karena Persebaya sudah kembali,’’ tutur pemain yang juga bisa menjadi bek kanan itu.
Dalam latihan, Syaifuddin juga tidak canggung. Itu tidak mengherankan. Sebab, dia sudah beberapa kali terlibat dalam pertandingan ekshibisi Persebaya. Misalnya, saat Persebaya menjuarai Piala Kapolresta Banyuwangi (29/11/2015).
Bahkan, Syaifuddin menjadi penyelamat Persebaya via gol penyeimbangnya pada menit ke-72. Gol itu juga membuat Persebaya menang adu penalti 4-1 setelah skor pada 2x45 menit imbang 1-1. ’’Dengan adanya Syaifuddin, pelatih kepala nanti tidak perlu terlalu pusing mencari personel lini belakang. Hanya perlu tambahan di bek kanan dan tandem stoper saja untuk starter,'' kata Ahmad. (io/c4/tom)

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
