Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Januari 2017 | 17.53 WIB

Targetkan Minimal 4 Kali Simulasi

LATIHAN UJIAN: Siswa SMKN 1 Nganjuk mengoperasikan komputer dan laptop di laboratorium. Dalam unas tahun ini, mereka akan mengikuti UNBK. - Image

LATIHAN UJIAN: Siswa SMKN 1 Nganjuk mengoperasikan komputer dan laptop di laboratorium. Dalam unas tahun ini, mereka akan mengikuti UNBK.


JawaPos.com- Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Provinsi Jatim di Kabupaten Nganjuk berharap pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMA/SMK berjalan lancar. Karena itu, setiap peserta melakukan simulasi minimal empat kali.



Cabdisdik sudah menentukan SMA yang harus bergabung dengan SMK. Setelah direvisi, total ada 14 sekolah. Perinciannya, lima SMK dan delapan SMA. Sebelumnya, cabdisdik hanya menyebut sebelas lembaga.



Tiga SMA yang baru ditentukan harus bergabung adalah SMA Katolik Tanjunganom yang meminjam ruangan SMKN 1 Tanjunganom, SMA Al Qodir dengan SMKN 1 Kertosono, dan SMA Muhammadiyah 3 Tanjunganom dengan SMA Pomosda.



Kasi SMA/SMK Cabdisdik Nganjuk Suyitno menyatakan, setelah penentuan lokasi unas online, pihak sekolah harus mulai mempersiapkan diri. Salah satunya adalah simulasi bagi peserta. ’’Kami targetkan minimal empat kali simulasi,” ujarnya.



Dia mengakui, mayoritas peserta baru kali pertama mengikuti unas online. Sebab, tahun lalu,unas onlinehanya digelar SMAN 2 Nganjuk dan 17 lembaga SMK. Sisanya masih melaksanakan unas paper based test (PBT) atau manual. ’’Jadi, perlu adaptasi,” katanya. (baz/ut/c18/diq)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore