
Mohamad Nasir
JawaPos.com - Menteri Riset, Teknologi (Ristek) dan Pendidikan Tinggi (Dikti), Mohamad Nasir akan memberikan sanksi administratif bagi Perguruan Tinggi (PT) yang masih menerapkan tindak kekerasan pada program kemahasiswaan baik intra maupun ekstra kampus. Nasir mencontohkan kasus yang terjadi di Universitas Islam Indonesia(UII) Jogjakarta.
”Semua kegiatan kampus dengan kekerasan harus ditindak secara hukum,” kata Nasir saat Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi X DPR di Jakarta, Rabu (25/1).
Kendati demikian, dugaan kekerasan tersebut masih terus didalami pihak kampus dan Kopertis V. Dia meminta visum dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban. Pasalnya, hal itu sudah sesuai dengan regulasi yang ada. ”Kami ingin memastikan apakah ada tindak kekerasan di dalamnya,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan, akan segera berkoordinasi dengan Kopertis V, untuk memastikan hasil penyelidikan. Bila ada unsur pidana, maka hukum harus tetap diberlakukan. Hanya saja, menurut Nasir, sanksi administratif akan diberikan sesuai kesalahan, setelah melakukan klarifikasi.
”Sanksi hukum harus jalan, karena regulasinya jelas. Untuk sanksi administratif, akan kita lihat tingkat kesalahannya,” tegasnya.
Lebih jauh, Nasir mengatakan, menyangkut indisipliner maka kampus bisa memberikan sanksi berupa skorsing dari satu semester, satu tahun hingga sanksi dikeluarkan. Itu, dapat diterapkan berdasarkan tingkat kesalahan. ”Ini kan kejadiannya bukan pas ospek? Makanya itu yang harus ditelusuri,” katanya.
Menurut Nasir, kegiatan intrakurikuler kampus mahasiswa pecinta alam (Mapala) tidaklah dilarang. Apalagi kampus intens memberikan pengawasan bersama masyarakat sekitar kampus. Misalkan saja, diungkapkan Nasir, pendampingan saat tehnik pendakian. Dicontohkan olehnya, tehnik yang harus dilakukan bila terjadi badai.
”Kami mustahil bisa mengawasi, pengawasan bisa melibatkan masyarakat sekitar kampus. Jadi pada kasus UII Yogyakarta akan kita periksa, apakah ada unsur pidana atau administratif,” ucapnya. (nas/yuz/JPG)

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
