
Ilustrasi
JawaPos.com - Total area persawahan di Kota Bekasi hanya tersisa 2 hektare. Diprediksi, sawah di kota berjuluk Kota Patriot itu akan hilang pada 10 tahun mendatang. Sebab, semua lahan pertanian sudah dibeli pengembang untuk dijadikan hunian.
”Sekarang ini, lahan sawah hanya dua hektare yang tersisa. Itu pun sudah dikuasai juga oleh pengembang,” terang Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi Momon Sulaeman kepada INDOPOS (Jawa Pos Group), Rabu (25/1).
Momon menambahkan, total dua hektare sawah itu berada di wilayah Kecamatan Bekasi Utara, Kecamatan Bekasi Barat, dan Kecamatan Mustika Jaya. Sementara, kecamatan lain hanya tersedia beberapa bidang sawah saja. Rata-rata semua lahan itu sudah dikuasai pihak pengembang.
”Lahan sawah itu sudah dibeli pihak pengembang. Sewaktu-waktu bisa dibangun pemukiman,” katanya juga. Dia memprediksi, sepuluh tahun lagi Kota Bekasi tak memiliki areal persawahan. Kemungkinan besar, kata Momon juga, lahan itu sudah dibangun gedung bertingkat ataupun bangunan properti.
”Sekarang lahan sawah sudah berubah menjadi areal perumahan, apartemen dan lokasi komersil lainnya,” ujarnya juga.
Kerugian yang paling besar setelah hilangnya areal persawahan, kata Momon juga, Kota Bekasi harus rela memasok kebutuhan beras dari luar. Sebab, kebutuhan beras masih menjadi pilihan utama bagi warga Kota Bekasi. ”Jadi untuk beras harus beli dari daerah lain. Itu sudah resiko bagi kita semua,” paparnya juga.
Padahal, kata Momon juga, awal 2017 kawasan pertanian di kawasan Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat menghasilkan beras sebanyak 2 ton. Kemungkinan dalam setahun ini akan kembali panen. ”Setahun itu ada dua sampai tiga kali panen untuk beras 2R,” jelasnya juga.
Saat ini, Momon berencana akan mengumpulkan seluruh petani guna membahas penggunaan anggaran Rp 2,3 miliar dari APBD Kota Bekasi tahun 2017 guna melakukan pembinaan terkait pengembangan cocok tanam. ”Setidaknya kami bisa membantu petani di persawahan yang ada untuk meningkatkan hasil pertaniannya,” ucapnya juga.
Sementara itu, Ahmad Ustuchri anggota DPRD Kota Bekasi mengatakan kalau Kota Bekasi sudah menjadi kawasan industri dan perumahan jadi untuk pertanian sudah tidak bisa lagi diharapkan. Sebab, banyak lahan perumahan, apartemen dan perkantoran yang berdiri di atas areal persawahan.
”Kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena memang kepemilikan sawah itu perorangan,” ujarnya. Ustuchri menambahkan, pemerintah daerah sebaiknya memaksimalkan zona larangan pembangunan untuk kepentingan pertanian.
Sehingga, hanya daerah-daerah tertentu yang bisa dibangun untuk kepentingan komersil. ”Jangan seperti sekarang ada aturan, tapi tetap saja zona hijau dibangun untuk kepentingan komersil,” kritiknya. (dny/yuz/JPG)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
