
Jelang Imlek, di Pasar Atum, Surabaya, mulai marak penjual permen, manisan, dan makanan khas untuk merayakan tahun baru warga Tionghoa.
JawaPos.com - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) berupaya mengendalikan inflasi bahan pangan sebagai peredam imbas kenaikan harga BBM dan tarif tenaga listrik (TTL) 900 VA. Dampak inflasi kedua komponen yang nilainya dikendalikan pemerintah (administered prices) patut diwaspadai karena mengancam target inflasi 3-5 persen.
"BI bersama pemerintah akan berupaya menekan laju inflasi volatile foods menjadi 4-5 persen tahun ini. Hal itu dilakukan lewat penguatan infrastruktur logistik di daerah, khususnya pergudangan komoditas," kata Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo di Jakarta kemarin (25/1).
Pemerintah sepakat membangun sistem data lalu lintas barang, khususnya komoditas pangan. Hal lain yang disepakati dalam rapat kemarin adalah penggunaan instrumen dan insentif fiskal untuk mendorong peran pemda dalam stabilisasi harga pangan.
Pemerintah juga akan mendorong diversifikasi konsumsi pangan, khususnya cabai dan bawang. Inovasi industri produk pangan olahan dan perbaikan pola tanam akan lebih diupayakan pemerintah.
Tahun lalu inflasi administered prices berkontribusi 0,21 persen dan volatile foods 5,92 persen serta inflasi inti 3,07 persen. DeÂngan beberapa langkah strategis yang dirumuskan tersebut, diharapkan inflasi volatile foods berada di angka 4-5 persen. DeÂngan begitu, sasaran inflasi 4 plus minus 1 persen (3-5 persen) dapat tercapai.
Agus menyatakan, inflasi di daerah lebih banyak didorong inflasi bahan pangan. Untuk itu, BI membuat pusat informasi harga pangan strategis (PIHPS) yang berisi pantauan 21 harga komoditas pangan strategis. Soal time frame penentuan kebijakan penyesuaian harga administered price, BI bersama pemerintah bakal menentukan waktu yang tepat agar dampak lanjutan dari kenaikan harga tersebut tidak terlalu menekan.
Di samping memperhatikan inflasi volatile foods, beberapa komitmen lain dari pemerintah, antara lain, mempercepat pembangunan infrastruktur konektivitas, mengendalikan tarif angkutan umum, serta memperkuat kelembagaan tim pengendali inflasi nasional.
Kemarin BI menetapkan sasaran inflasi dalam beberapa tahun ke depan. Jika tahun ini ditargetkan 3-5 persen, pada 2019 targetnya 2,5-4,5 persen serta pada 2020 dan 2021 adalah 2-4 persen. Tahun lalu capaian inflasi tahunan tercatat 3,02 persen dan pada 2015 mencapai 3,35 persen.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara menuturkan, pemerintah berupaya menjaga pengÂgunaan APBN agar dipakai secara tepat. Namun, yang tak kalah penting adalah road map pemda dan penggunaan APBD yang mampu menata aliran dampak inflasi.
Jika dana transfer dari APBN ke APBD dipakai untuk membangun infrastruktur dengan tepat waktu, tingkat harga dipastikan lebih terjaga. Alasannya, harga bahan pangan bisa naik karena faktor cuaca, bencana, jumlah produksi, atau distribusi kurang merata. "Maka, distribusi dan sistem jual belinya ini yang harus diperhatikan," jelasnya. (rin/c25/noe)

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
