Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Januari 2017 | 14.27 WIB

Jalan Rusak Parah, Tempat Bersejarah Ini jadi Sulit Diakses

Ruas jalan menuju Boven Digoel yang rusak parah - Image

Ruas jalan menuju Boven Digoel yang rusak parah

JawaPos.com - Kondisi jalan Nasional Trans Papua, Merauke-Boven Digoel  saat ini  dilaporkan dalam keadaaan rusak  parah. Jika  selama ini  masih bisa ditempuh dalam hitungan jam, maka   sekarang ini  bisa ditempuh berhari-hari.

“Sekarang  ini bisa dilalui antara 3-4 hari. Tergantung nasib di jalan.  Kalau cepat keluar dari kubangan lumpur, berarti   bisa cepat,” kata  Izak Wangge,  salah satu  sopir angkutan umum  Merauke-Boven Digoel saat ditemui di Terminal Pasar Wamanggu Merauke,  Rabu (25/1), kemarin.  

Izak menyebutkan, kerusakan jalan  Trans Papua  ini mulai  dari Kali Mandom, perbatasan antara Kabupaten Merauke  sampai  Tanah Merah ibukota  Kabupaten Boven Digoel.

Sepanjang jalan itu menurut  Izak Wangge,  tercatat 7 titik kerusakan yang paling parah.  “Kerusakannya sudah lebih  dari medan off road.  Kadang membuat kita menangis saat melewati   titik-titik itu,” ungkapnya sebagimana dilansir dari Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group).

Tujuh titik  terparah itu menurut Izak Wangge berada di Kilometer 12 Kampung Kuda Boven Digoel, Kilometer 21 arah Boven Digoel, Kilometer 35  arah Boven Digoel, di Prabu Arah Asiki, Ujung Aspal Mandobo, dan Kampung Miri sebanyak 2 titik. 

Menurut Izak Wangge,  kerusakan jalan ini  tidak hanya menyengsarakan sopir dan kondektur tapi juga penumpang khususnya anak-anak. Sebab, persiapan  makanan yang dibawa selama perjalanan kadang tidak cukup.  “Kemarin itu ada yang  antar jenazah dari Boven Digoel menuju Merauke dan tiga hari baru bisa tiba,” ucapnya dengan nada prihatin.  

Kondisi jalan yang rusak berat ini, dibenarkan oleh Longginus Rooy, sopir  Merauke-Boven Digoel lainnya. Menurut Longginus, kerusakan jalan darat Merauke-Boven Digoel ini membuat bahan makanan di Tanah Merah ibukota kabupeten yang sangat bersejarah ini menjadi mahal. Sebab, jalan penghubung Merauke-Boven Digoel jadi putus, sehingga truk-truk pengangkut  bahan makanan tidak bisa lewat lagi.

“Kalaupun ada yang coba  memaksa dari  Asiki-Tanah Merah itu akan menemui banyak kendala  di jalan,’’ jelasnya. 

Untuk mensuplay  bahan makanan ke Tanah Merah, Longginus mengatakan, sebagian pedagang terpaksa menyewa speed boat dari Asiki-Tanah Merah dengan tarif yang lebih mahal atau dua kali lipat dari tarif biasa.

Baik Longginus Rooy maupun Izak Wangge mengharapkan Pemerintah  Kabupaten Boven  Digoel  untuk bisa turun  tangan menyikapi kesengsaraan yang dialami warga  Boven Digoel tersebut. “Betul itu jalan nasional. Tapi yang pakai warga Boven Digoel. Masyarakat minta dari pemerintah  daerah bukan diaspal tapi  tolong untuk lubang lumpur yang sudah menganga  besar dan dalam itu ditimbun  lagi. Pemerintah  bisa  minta tolong ke perusahaan-perusahaan yang  buka kebun  untuk mengerahkan alat beratnya memperbaiki jalan rusak itu,” pungkasnya. (ulo/nat/sad/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore