
ILUSTRASI
JawaPos.com - Penipuan dengan modus penggandaan uang masih marak di Trenggalek. Pasalnya, setelah menangkap Kanjeng Dimas Gentong pada Jumat (20/1), jajaran Satreskrim Polres Trenggalek kembali menangkap pelaku penggandaan uang dengan cara yang berbeda. Yakni, Ribut Riyanto alias Kanjeng Dimas Ribut, 31, warga Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh.
Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa beberapa peralatan yang digunakan untuk aksi tipu-tipu. Di antaranya, satu kantong kain, tiga lembar kain mori, satu gelas putih lengkap dengan lima dupa di atasnya, beraneka ragam pewangi, dan beberapa potongan kertas yang digunakan sebagai uang tiruan. Saat ini polisi masih mendalami kasus itu karena tidak tertutup kemungkinan korbannya masih banyak. Sebab, hingga kini, hanya ada tiga korban yang melapor.
Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Trenggalek, aksi tersebut dilakukan pelaku pada Mei lalu. Saat itu pelaku bertemu salah seorang korban berinisial TR, 40, warga Kecamatan Kampak. Pelaku meyakinkan korban bahwa dirinya bisa menggandakan uang Rp 2 juta menjadi Rp 1 miliar dan Rp 800 ribu menjadi Rp 800 juta dalam waktu dua minggu.
Karena teperdaya bujukan pelaku, korban pun percaya dan mau menyetorkan sejumlah uang kepadanya. Karena bujuk rayu, korban pun bertambah dua lagi, yaitu MH, 30, dan EK, 33. Keduanya merupakan warga Kecamatan Gandusari.
''Setelah mendapatkan tiga korban tersebut, Kanjeng Dimas Ribut melakukan aksinya di salah satu rumah di Desa Wonorejo, Kecamatan Gandusari,'' ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Donny Adityawarman yang diwakili Kasubbaghumas Iptu Sardono kemarin (25/1).
Dia melanjutkan, untuk meyakinkan korbannya, pelaku kerap mengajak ketiga korban ritual di beberapa tempat yang dianggap memiliki kekuatan supranatural seperti makam, gua, dan tempat pemandian serta tempat keramat di daerah Trenggalek dan sekitarnya. Namun, setelah lebih dari dua minggu hingga berbulan-bulan, janji pelaku tak kunjung terwujud.
Ketiga korban jengkel karena uang mereka tidak kembali. Mereka pun berinisiatif membuka sendiri bungkusan kardus tersebut. ''Korban marah ketika mengetahui bahwa uang di dalam kardus tersebut berubah menjadi kertas biasa. Seketika para korban meminta pelaku mengembalikan uangnya,'' tuturnya.
Mengetahui kedoknya terbongkar, pelaku melarikan diri ke Provinsi Jambi. Merasa tertipu, pada November lalu, korban melaporkan kasus tersebut ke polisi. Saat itulah polisi memantau keberadaan pelaku. Hingga akhirnya, pada Jumat (20/1), pelaku tertangkap di kediaman rekannya di Desa Kayen, Kecamatan Karangan, Trenggalek.
''Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui kemungkinan adanya korban lain. Nanti, jika terbukti, tersangka dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman maksimal empat tahun penjara,'' jelas perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu.
Di sisi lain, tersangka Kanjeng Dimas Ribut mengaku nekat menipu karena terdesak kebutuhan ekonomi. Dia tidak mempunyai pekerjaan tetap. ''Saya mengambil uang asli ketika korban pergi dari tempat ritual. Saya menyesal melakukan hal itu,'' ucapnya. (jaz/and/c22/diq)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
