Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Januari 2017 | 13.48 WIB

Maut di Balik Diksar Mapala UII: Dia Sempat Bercerita Penyiksaannya Pada Sang Ibu Sebelum Meninggal

DOK KELUARGA DOK KELUARGA SEMASA HIDUP: Syaits Asyam dalam sebuah kegiatan kepencintaalaman. - Image

DOK KELUARGA DOK KELUARGA SEMASA HIDUP: Syaits Asyam dalam sebuah kegiatan kepencintaalaman.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, Syaits Asyam, satu di antara tiga korban meninggal dalam diksar Mapala UII (Unisi) Jogjakarta, sempat bercerita tentang tragedi yang akhirnya merenggut nyawanya. 



DWI AGUS, Jogjakarta 



---



CERITA itu diungkapkan almarhum Syaits Asyam kepada sang ibu, Sri Handayani, saat masih dirawat di RS Bethesda Jogajakarta Ketika itu dokter meminta Sri Handayani mencatat semua ucapan anaknya. Sebab, kondisi Asyam memasuki masa kritis. Tujuannya, menghimpun informasi penyebab kekerasan fisik yang dialami anak tunggalnya itu. 



Dalam catatan yang ditulis di kertas memo RS Bethesda tersebut, Asyam menyampaikan tiga poin. Asyam sendiri sempat menulis poin pertama. Selanjutnya, poin kedua dan ketiga ditulis ibunya. "Asyam menyebut nama Yudi yang melakukan kekerasan," kata Handayani ketika ditemui Jawa Pos Radar Jogja di rumah duka, Dusun Jetis, Caturharjo, Sleman, kemarin (25/1). 



Kekerasan yang dimaksud, lanjut Handayani, antara lain, Asyam dipukuli punggungnya dengan rotan sepuluh kali. Lalu, Asyam disuruh mengangkat beban air terlalu berat. Selanjutnya, diduga ada aksi kekerasan lain oleh nama yang sama.



Karena itulah, keluarga Asyam tidak bisa menerima perlakuan yang mengakibatkan anaknya mengalami luka parah dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit. Handayani beserta suaminya, Abdulah Arbi, memutuskan untuk mengambil langkah hukum atas kematian anaknya.



Berdasar hasil otopsi, ditemukan indikasi kekerasan fisik yang dialami almarhum. Menurut Handayani, hampir sekujur badan anaknya mengalami memar-memar. Di antaranya, memar di dada sebelah kanan.



"Luka dalam di dada itu membuat napas Asyam tersengal-sengal. Dia jadi sulit berbicara. Tutur katanya tidak jelas," tutur perempuan berjilbab tersebut.



Sebagaimana diberitakan kemarin, tiga mahasiswa UII meninggal dunia setelah mengikuti The Great Camping (TGC) Mapala UII di Tlogodringo, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, 14-22 Januari. TGC merupakan pendidikan dasar (diksar) bagi para anggota baru Mapala UII.



Tiga korban tewas itu adalah Muhammad Fadli, 20, yang meninggal Jumat (20/1), setelah sempat dirawat di Puskesmas Tawangmangu; disusul Syaits Asyam, 19, Sabtu (21/1) di RS Bethesda Jogjakarta; dan terakhir Ilham Nurfadmi Listia Adi, 20 yang meninggal Senin malam (23/1) juga di RS Bethesda. Tragedi itu juga mengakibatkan puluhan peserta diklat lainnya mengalami luka-luka. Hingga kemarin, masih ada sepuluh mahasiswa UII yang dirawat di Jogja International Hospital (JIH). Diduga, ada tindak kekerasan selama diksar berlangsung.



Menurut ibu Asyam, Handayani, dirinya tidak langsung diberi tahu panitia bahwa anaknya telah dirawat di RS Bethesda. Dia baru dikabari beberapa saat sebelum anaknya mengembuskan napas terakhir. 



"Saya sampai rumah sakit jam 11.30 lebih. Saya shock melihat kondisi anak saya karena tubuhnya penuh luka. Napasnya juga sudah terengah-engah dan bicaranya tidak jelas. Tapi, masih bisa menceritakan kronologi kejadian di sana (Gunung Lawu, Red)," katanya.



Handayani sempat mendengar kabar dari teman Asyam bahwa sebenarnya Asyam sudah tidak kuat. Dia ingin mengundurkan diri dari diksar, tapi dilarang panitia. Bahkan, Asyam malah ditarik dan dipisahkan dari rombongan diksar lainnya.



"Asyam juga sempat cerita tiga hari pertama tidak apa-apa, tapi setelah itu baru kejadian. Asyam tidak pernah melawan," ujarnya.

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore