
Ilustrasi
JawaPos.com - Pernyataan ekonom Faisal Basri terkait Menteri Pertanian tak bisa mengelola anggaran subsidi pupuk dan beni, ditanggapi Kementerian Pertanian.
Kepala Subbidang Data Sosial Ekonomi Kementerian Pertanian, Ana Astrid menjelaskan, anggaran APBN Kementan tahun 2015 ke 2016 turun sebesar Rp 6 triliun dan 2016 ke 2017 turun sebesar Rp 5 triliun. Semetnara Anggaran 2017 Rp 22,1 triliun.
"Alokasi subsidi pupuk sekitar Rp 31 triliun dan benih Rp 1,2 triliun itu relatif konstan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya dan hasilnya telah berkontribusi pada produksi," kata Ana dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/1).
Ana menegaskan, seluruh anggaran tersebut telah dimanfaatkan dengan fokus komoditas dan lokasi serta dibarangi berbagai regulasi yang tepat sehingga berhasil meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani. Kerja nyata ini, lanjut dia, terlihat dari produksi padi 2016 sebesar 79,2 juta ton atau naik 4,96 persen dibandingkan tahun 2015.
"Produksi padi dua tahun terakhir naik 8,4 juta ton setara Rp 38,5 triliun. Demikian juga produksi jagung meningkat. Terdapat peningkatan produksi pada 24 komoditas pertanian selama dua tahun terakhir memberi nilai tambah sebesar Rp 171 triliun. Kinerja produksi pangan inilah yang menjadi domain Kementerian Pertanian," tegas Ana.
Ana menuturkan, pada tahun 2016 Indonesia tidak ada impor beras medium. Pun di tahun yang sama, pemerintah tidak mengeluarkan rekomendasi maupun izin impor beras Bulog.
"Bahkan stok beras Bulog saat ini sekitar 1,7 juta ton cukup aman sampai tujuh bulan ke depan dan ditambah lagi kini memasuki panen raya padi yang berarti pangan cukup aman tanpa impor," tegas dia.
"Untuk diketahui impor beras medium pada awal tahun 2016 itu merupakan luncuran dari impor beras 2015. Jadi Indonesia kini sudah tidak impor beras, ya Saudara Faisal Basri jangan kecewa ya," sindir Ana.
Menurut Ana, Faisal Basri tentunya sangat paham bahwa kesejahteraan petani bukan hanya dilihat dari NTP dan NTUP. Selama Januari-Desember 2016 ini NTP sebesar 101,7 atau naik 0,18 persen. Sedangkan NTUP sebesar 109,8 atau naik 2,47 persen dibandingkan 2015.
"Indikator yang mencerminkan kesejahteraan petani juga dilihat data BPS bahwa penduduk miskin di pedesaan September 2016 sebanyak 17,28 juta jiwa turun 0,39 juta jiwa, dibandingkan Maret 2016 sebanyak 17,67 juta jiwa atau turun 0,22 juta jiwa dibandingkan September 2015. Sebelumnya periode September 2015 jumlah penduduk miskin di pedesaan 17,89 juta jiwa turun 46 ribu dari 17,94 juta jiwa pada Maret 2015," beber dia.
Demikin juga Indeks gini rasio di pedesaan Maret 2016 sebesar 0,327 menurun 0,007 poin dibanding rasio gini Maret 2015 sebesar 0,334 dan menurun 0,002 poin dibanding rasio September 2015 sebesar 0,329.
"Ini kan menunjukkan tingkat kesejahteraan meningkat dan ketimpangan pengeluaran penduduk di desa semakin kecil," lanjut Ana.
Ana menegaskan tidak mungkin Kementan bekerjasama dengan para pendukung impor dan mafianya. Juga tidak betul Kementan menawari proyek-proyek, bahkan kalaupun ada proposal dari mereka pun pasti akan ditolak.
"Kami turut berdoa semoga Saudara Faisal Basri di usia senja ini, selaku Mantan Ketua Tim Pemberantasan Mafia Migas dengan gaji dari negara, ya tolong tuntaskan berantas mafia migas dong," pungkas dia.(mam/JPG)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
