
Petugas Ditpolair Polda Lampung mengamankan enam nelayan yang kedapatan membawa bom ikan.
JawaPos.com - Direktorat Polisi Perairan Polda Lampung tujuh orang nelayan yang diduga sebagai pelaku pengeboman ikan di perairan Laut Tegal Kabupaten Pesawaran Lampung.
Pelaku yang diringkus pada Minggu (22/1), pukul 20.00 WIB itu beraksi di atas kapal Klotok, KM Barokah. Mereka berinisial SL (40) masih DPO, Mulyadi (36), Andrianus(42), David (30), Koyom (32), Irfan (29), Sigit (25). Semuanya merupakan warga Desa Mutun Kelurahan Suka Jaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabuapten Pesawaran.
Dari penangkapan itu berhasil disita barang bukti berupa 1 Unit Kapal KM Barokah, 1 Unit Kompresor, 3 Buah Masker, Unit selang panjangnya 60 meter, Serbuk Ampo 1 kg, tutup Botol terbuat dari karet 162 buah, racikan kimia campuran serbuk Ampo 3,5 ons, detenator dan sumbu ledak 50 buah, dan bahan peledak jenis bom ikan siap pakai 74 botol.
Dirpolair Polda Lampung Kombes Rudi Hermanto mengungkapkan, pada Minggu (22/1) sekira pukul 20.00 wib, personel kapal Puyuh-5014 melakukan Patroli di seputaran perairan laut Tegal Kabupaten Pesawara dan mencurigai sebuah kapal.
“Saat kapal diperiksa oleh petugas Polair, mereka kedapatan membawa bahan peledak jenis bom ikan” ujar Kombes Rudi Hermanto yang dilansir Radar Lampung (Jawa Pos Group), Kamis (26/1).
Lantas para nelayan itu digiring ke Ditpolair untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Namun satu tersangka yang merupakan Nakhoda kapal KM Barokah melarikan diri saat akan ditangkap.
“Satu tersangka melarikan diri saat dilakukan pemeriksaan di tengah laut. 6 tersangka lainnya kami tahan guna penyelidikan lebih lanjut. Pengakuan dari tersangaka bahwa mereka melakukannya baru sekali. Namun kami akan selidiki lagi lebih lanjut” tegasnya Rudi Hermanto.
Diterangkannya, bom ikan yang digunakan para nelayan cukup berbahaya. Karena, satu bom dengan ukuran botol kaca dapat menimbulkan ledakan yang besar. “Satu bom daya ledaknya bisa sampai radius 500 m dan tingginya bisa mencapai 4 meter. Jika itu terjadi terus menerus ekositem laut negeri kita ini bisa rusak," terang Rudi Hermanto.
Sementara itu, salah satu tersangka bernama Mulyadi mengaku melakukan pengeboman ikan di laut lantaran jika melaut menggunakan jaring hasil tangkapannya sedikit. “Kalau pakai jaring dapetnya sedikit. Makanya saya pakai bom biar dapat tangkapan besar” ujarnya. (cw 19/iil/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
