
Ilistrasi
JawaPos.com - Sebanyak enam pelajar di bawah umur harus berhadapan dengan hukum. Empat orang berjenis kelamin laki-laki berinisial OBP, 16, MMI, 16, KDS, 13, HP, 15. Dua lainnya perempuan: AWH, 15, dan KDP, 16.
Bersama pelajar lainnya, Bayu Saputra, 18, komplotan ini tertangkap basah mencuri sepeda pada Senin (23/1) di Jalan Marlboro Gang III No.8, Denpasar Barat. Untuk ukuran anak-anak mereka tergolong nekat. Pasalnya, Bayu Saputra, dkk. beraksi di rumah seorang warga setempat, Mawardi, 37, seorang anggota TNI pada pukul 01.00 dini hari.
“Pelaku enam orang masih anak di bawah umur dan satu orang sudah dewasa. Barang bukti berupa satu unit sepeda gunung warna hitam strep biru merek Poligon,” ucap Kapolsek Denpasar Barat Kompol Wisnu Wardana.
Bebernya, otak aksi pencurian sepeda itu adalah Saputra dan OBP. Sebelum mencuri, pada Minggu (22/1) sekitar pukul 24.00 gerombolan itu berkumpul di jembatan Jalan Bukit Tunggal, tepatnya di dekat rumah pelaku Bayu Saputra.
Setelah ketujuh pelaku berkumpul, OBP menggiring pelaku lainnya ke Jalan Marlboro. Setiba di tempat sasaran yang sudah dipantau dari sore, Saputra dan OBP masuk ke dalam rumah.
Lima lainnya menunggu di luar dekat warung. Sial bagi para pelaku, aksi mereka terendus korban Mawardi dan tetangganya. “Aksi pelaku diketahui oleh korban dan tetangga korban. Pada saat itu pelaku sedang mendorong sepeda keluar rumah,” sambung Wisnu.
Parahnya, meski masih berstatus anak, warga setempat tak memberi ampun. Mereka dihakimi. Sumber koran ini menyebut para pelaku laki-laki ditelanjangi. Belum diketahui dengan pasti apakah pelaku perempuan mengalami hal serupa. Yang pasti seorang pelaku dihajar hingga harus menjalani perawatan di RS Wangaya.
Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat Iptu Julkipli Ritonga menyebut gerombolan pelajar itu mengaku berhasil mencuri sebanyak empat kali. Pertama, mencuri sepeda gunung pada awal bulan Januari 2017 di Jalan Tukad Balian.
Kedua, mencuri sepeda gunung pada Desember 2017 di Sidakarya, dan ketiga mengambil handphone Samsung dan komputer tablet pada awal Januari 2017 di TKP Jalan Gunung Soputan. ”Hasil pencurian tersebut mereka jual kemudian hasil penjualannya dibagi. Ngakunya dipakai jajan," ungkap Julkipli.
Disinggung soal peran masing-masing pelaku, mantan Kanitreskrim Polsek Kuta Utara itu menjawab Bayu Saputra dan OBP berperan sebagai pemetik. Sisanya, MMI, 16, KDS, 13, HP, 15, AWH, 15, dan KDP, 16, bertugas mengawasi lingkungan di sekitar TKP.
“Pengakuan mereka baru empat lokasi. Namun keterangan itu masih didalami. Kemungkinan masih ada lokasi lainnya,” ungkap Julkipli sembari menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait lantaran pelaku masih di bawah umur. (ken/yor/fab/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
