
Ilistrasi
JawaPos.com - Anggota Polres Bulungan kembali mengingatkan warga Tanjung Selor agar lebih berhati-hati terhadap aksi penjambretan yang kian marak terjadi di ibu kota Kalimantan Utara (Kaltara) akhir-akhir ini. Khususnya, pada daerah yang sunyi.
Sebab lokasi tersebut kerap menjadi sasaran empuk bagi pelaku tindak kriminalitas dalam melancarkan aksinya. Bahkan, untuk mendapatkan targetnya, pelaku tak segan-segan menyakiti korban denan cara main keroyok.
Seperti yang dialami Reza (20) warga Desa Jelarai. Saat melintas di Jalan Agatis, Tanjung Selor, sekitar 15 meter sebelum Pura Agung, dirinya menjadi korban penjambretan. Kejadiannya sekira pukul 21.30 Wita, Minggu (22/1) lalu.
Korban yang bekerja di perusahaan Telkomsel itu mengaku, awalnya dia mengira polisi sedang melakukan razia karena melihat kondisi yang cukup ramai di Tempat Kejadian Perkara (TK) tersebut.
“Di situ saya langsung dihentikan oleh beberapa orang lalu dipukul menggunakan balok pada bagian punggung saya sebelah kanan. Belum sempat turun dari atas motor, bibir saya dipukuli lagi,” ujar korban dalam keterangannya kepada polisi dikutip dari Radar Tarakan, Rabu (25/1).
Selanjutnya, dia mengaku sempat berupaya untuk meloloskan diri dari gerombolan pelaku yang diperkirakan berjumlah 8 orang itu dengan cara berbelok arah. Namun, upaya tersebut gagal karena dirinya terjatuh.
Pada saat terjatuh itu, pinggang sebelah kanannya diinjak serta helm koban yang masih melekat di kepala juga ditendang oleh para pelaku. Melihat korban sudah tak berdaya untuk melawan, pelaku mengambil dompet korban yang berisi uang tunai sebesar Rp 1 juta.
“Uang yang diambil itu merupakan uang kantor hasil pemasaran pulsa dan penjualan kartu perdana saya,” bebernya seraya menyebut pelaku menggunakan 4 unit sepeda motor.
Ps Kasubbag Humas Polres Bulungan, Aiptu Tutut Murdayanto membenarkan telah terjadi penjambretan dengan kekerasan tersebut. “Ciri-ciri pelaku yang disampaikan oleh korban memang masih belum jelas. Tapi sudah ada beberapa keterangan mengenai korban yang kami kantongi sesuai dengan keterangan korban,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi bakal terjadinya hal serupa, pihaknya berupaya meningkatkan patroli yang dilakukan oleh personel Sabhara. “Sekarang ini patroli dari Sabhara setiap hari 7 personel. Ada yang menggunakan sepeda motor, ada yang menggunakan mobil dan ada juga yang menggunakan sepeda,” jelasnya.
Terpisah, Kasat Lantas Polres Bulungan, AKP Aditya Rochaulia Suharto juga mengaku hal yang sama. Mantan Kapolsek Sangatta ini mengimbau kepada masyarakat di Tanjung Selor agar tidak keluyuran saat larut malam.
“Jika tidak perlu lebih baik jangan keluar malam. Termasuk juga hindari jalan yang gelap, salah satunya seperti di tempat kejadian itu (Jalan Agatis),” seru perwira berpangkat tiga balok ini. (iwk/keg/fab/JPG)

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
