
SETELAH 73 TURNAMEN: Kisenosato mengangkat ikan kapas atau sea bream fish sebagai lambang selebrasi.
JawaPos.com – Setelah hampir dua dekade, akhirnya harapan Jepang untuk memiliki jawara sumo alias yokozuna dari dalam negeri terkabul. Kemarin (25/1) Asosiasi Sumo Jepang atau Japan Sumo Association (JSA) mengukuhkan titel Kisenosato sebagai yokozuno asli Negeri Sakura dalam sebuah upacara resmi.
Meski sumo identik dengan Jepang, ternyata hanya sedikit pesumo asli negara tersebut yang menjadi yokozuno. Sebelum Kisenosato berhasil mengalahkan pesumo-pesumo lain yang mengikuti kejuaraan Piala Kaisar pada akhir pekan lalu, Jepang hanya memiliki Wakanohana sebagai jawara sumo. Itu pun terjadi pada 1998. Selama 19 tahun terakhir, pesumo Samoa atau Mongolia mendominasi gelar yokozuno.
”Saya menerima (gelar itu, Red) dengan penuh kerendahan hati,” kata Kisenosato setelah penobatannya sebagai yokozuno. Pria 30 tahun tersebut berjanji menjaga nama baik dan reputasinya sebagai yokozuno asli Jepang. Dia tidak mau kerja kerasnya selama ini menjadi sia-sia. Apalagi, sebelum kejuaraan yang dimenangkan dengan gemilang akhir pekan lalu, laki-laki berbobot tubuh 178 kilogram itu harus melewati 73 turnamen.
Kemarin setelah penobatan, Kisenosato berfoto bersama para penggemar sumo. Pesumo kelahiran Prefektur Ibaraki tersebut mengangkat sea bream fish berukuran jumbo yang menjadi lambang selebrasi. ”Saya merasa lega karena akhirnya bisa memenuhi harapan masyarakat. Saya sangat berterima kasih kepada mereka yang tidak lelah mendukung saya sampai pada titik ini,” ungkapnya.
Para sejarawan menyebut sumo sebagai olahraga tradisional paling kuno di Jepang. Konon, sumo ada sejak dua abad lalu. Lahir dan populer di Jepang, belakangan sumo menarik perhatian dunia. Bahkan, sejak 1990-an, Jepang kebanjiran pesumo asing. Rata-rata, mereka khusus datang ke negeri yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe itu untuk belajar sumo.
Lantaran jumlah pesumo asing lebih banyak ketimbang pesumo Jepang, tidak heran jika JSA sulit mendapatkan yokozuno dalam negeri. Karena itu, kemenangan Kisenosato akhir pekan lalu seakan menjadi obat bagi JSA. ”Dari lubuk hati terdalam, saya bangga akhirnya kami punya yokozuno. Kisenosato punya keahlian dan kemampuan yang layak terukir dalam sejarah,” ujar Wakil Kepala Kabinet Jepang Koichi Hagiuda.
Jika Hagiuda dan JSA menganggap kemenangan Kisenosato sebagai akhir penantian, tidak demikian dengan sang yokozuno. Dia justru merasa sedang mengawali perjalanan panjang. Sebab, sebagai yokozuno, dia kini menjadi sorotan masyarakat. Jadi, dia tidak bisa sembarang bersikap atau bertutur kata. ”Pergulatan yang sesungguhnya baru saja dimulai,” tuturnya, lantas tersenyum. (AFP/BBC/hep/c16/any/tia)

Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Kirim Pulang Tuan Rumah
Kontroversial! Wasit Inggris Anthony Taylor Pimpin Portugal vs Spanyol di Piala Dunia 2026, Rekam Jejak Jadi Sorotan
Daftar 32 Negara Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dirilis Iran, Indonesia Tak Masuk, Warganet Bertanya-tanya
Arogan Tonjok Pengendara di Jalan Jagakarsa, 'Bang Jago' Tak Berdaya Ditangkap di Rumahnya
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Bungkam Tuan Rumah
