
Ilistrasi
JawaPos.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Kotawaringin Lama akhirnya membongkar portal di sepanjang ruas jalan Pangkalan Bun – Kotawaringin Lama, Selasa (24/1). Tindakan aparat merupakan respons terhadap keluhan masyarakat yang dipungut bayaran setiap melintasi portal tersebut.
Informasinya, melewati setiap portal dipatok sebesar Rp 10 ribu untuk mobil dan Rp 5 ribu sepeda motor. Di sepanjang ruas yang rusak itu ada sekitar 19–22 portal. Karena itu, total biaya yang harus dikeluarkan sekitar Rp 200 ribu lebih untuk mobil dan Rp 100 ribu lebih untuk sepeda motor. Pungutan itu dinilai sebagai pungli.
”Jadi, kami hari ini turun ke lapangan untuk menertibkan portal, karena ini sudah dikeluhkan banyak orang,” kata Kapolsek Kolam Iptu Lanjun SR Sianturi.
Dia menuturkan, pembongkaran dilaksanakan selama dua hari, mulai 23–24 Januari. ”Jumlah portal yang dibongkar sekitar 20," ujarnya.
Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak dalam penertiban portal tersebut. Termasuk dengan tokoh masyarakat Kolam, karena dirinya juga baru menjabat sebagai Kapolsek. ”Saya kan baru menjabat di Kolam dan saya sudah lakukan diskusi dengan tokoh masyarakat Kolam, mengatasi adanya portal tersebut," ujarnya.
Menurutnya, jika dilihat kondisi jalan yang rusak akibat masih tahap pembangunan, keberadaan portal itu sangat membantu. Apalagi saat musim penghujan, karena mereka membuat titian, sehingga bisa dilewati pengguna jalan. Hanya saja, hal itu bermasalah karena portal yang semakin menjamur.
Dia menegaskan, apabila ada yang kembali memasang portal dan memungut bayaran, masyarakat bisa mengadukan hal itu ke Polsek Kolam. Pihaknya sudah mengimbau agar masyarakat tidak lagi memasang portal dan meminta uang. Apabila ketahuan, akan ditindak tegas.
Dia meminta pemasang portal untuk tidak melepaskan kayu yang dipasangnya di jalan itu, meskipun mereka membeli kayu tersebut. Pasalnya, pemasang portal sudah mendapatkan uangnya ganti rugi pembelian kayu dengan menarik bayaran selama ini.
”Jadi, alasan mereka meminta uang itu karena mereka beli kayu sendiri. Ya, siapa yang mau rela begitu saja? Tapi, kami rasa uang mereka sudah kembali, karena sejak November dan Desember mereka sudah memasang portal,” kata Lanjut. (rin/ign/fab/JPG)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
