
Beruang Madu di BOS Foundation, Samboja, Kukar, hidup sehat dan terawat di balik pagar setinggi 2 meter. Dulunya mereka bekas peliharaan manusia. (Anggi Praditha/Kaltim Post/JawaPos.com)
Heboh netizen soal video beruang madu yang cukup menyedihkan sempat menjadi viral. Kondisi itu justru berbanding terbalik dengan kondisi di Borneo Orangutan Survival (BOS). Keadaan maskot Balikpapan itu sehat bugar.
DINA ANGELINA, Samboja
BERLOKASI di Samboja, Kutai Kartanegara, BOS Foundation merawat sekitar 45 beruang madu. Meski terkenal sebagai tempat konservasi bagi orangutan, yayasan tersebut turut mengasuh beruang madu yang kondisinya tidak jauh berbeda dengan hewan primata tersebut.
Dua jenis hewan tersebut memang membutuhkan rehabilitasi. Mereka adalah korban dari kejahatan manusia. Hampir seluruh beruang madu merupakan hewan sitaan. Akibat eksploitasi dari peliharaan, perdagangan, hingga berperan sebagai objek sirkus. Jadi, untuk memulihkan berbagai trauma itu, beruang madu harus mendapatkan proses rehabilitasi.
Tujuannya, satwa tersebut mampu liar dan siap kembali ke habitatnya di alam bebas. BOS memiliki tiga kandang besar untuk beruang madu. Di antaranya, kandang balita, kandang dewasa betina, dan kandang dewasa jantan. Seorang petugas BOS, Halizah Nasir, mengatakan beruang termasuk hewan soliter dan susah untuk hidup bersama.
Di lokasi ini, sambung dia, tidak ada pengembangbiakan dan hanya murni rehabilitasi. “Kami masih bisa membatasi karena jantan dan betina terpisah,” ucapnya.
Kaltim Post (Jawa Pos Group) saat bertandang ke BOS mengunungi salah satu area rehabilitasi beruang madu. Tepatnya di kandang beruang balita untuk beruang berusia 5–6 tahun. Di sana, hidup beruang madu betina bernama Lady dan beruang betina jantan bernama Kris. Mereka merupakan beruang madu bekas peliharaan manusia.
Ketika masuk rehabilitasi BOS, Lady masih berusia dua bulan. Liza, -sapaan akrabnya, menjelaskan, Lady masih membutuhkan kasih sayang dari induknya. Karena itu, Lady terbiasa menggunakan dot sendiri. Kebiasaan itu masih terbawa hingga saat ini. Dia kerap seperti sedang menyedot menggunakan jarinya.
Meski beruang madu di BOS Foundation Samboja berjumlah puluhan ekor, petugas tidak pernah kesulitan untuk mengenalinya. Sebab, setiap beruang memiliki tanda yang berbeda. Yakni, dari lingkar lehernya, setiap beruang memiliki lingkar yang tidak sama. Hal itu seperti sidik jari yang berada pada manusia.
Pengunjung pun bisa melihat beruang secara langsung. Namun, terpisah dengan pagar setinggi 2 meter sebagai pembatas. Selain itu, pengunjung tak boleh melewati garis kuning yang terletak di dekat pagar. Garis tersebut menandakan batas aman dari jangkauan beruang. Jaraknya sekitar 1 meter.
“Wilayah yang jadi kandang beruang masih terbatas, jadi kadang mereka berusaha untuk keluar kandang. Mereka bosan dan sesungguhnya membutuhkan area yang lebih besar,” tuturnya.
Dia bercerita, beruang termasuk dalam hewan nokturnal. Jadi, dalam siang hari, mereka sangat mengandalkan penciuman dan pendengaran. Maka, selama berada di dekat beruang, pengunjung tidak boleh terlalu berisik. Sebab, ternyata kebisingan itu dapat memicu tingkat stres beruang.
Selain itu, kebiasaan hidup dengan manusia membuat insting beruang madu sebagai hewan hilang. Bahkan, tidak lagi mengandalkan kemampuan dirinya untuk mencari makan. Sebab, makanan selalu tersedia dan membuatnya malas. “Beruang termasuk kategori hewan yang mudah dijinakkan. Karena paling mudah mengikuti kebiasaan pengasuhnya,” katanya.
Untuk mengembalikan insting, terdapat beberapa sarana permainan di dalam kandang. Mulai bola berwarna-warni, ranting pohon, dan lubang-lubang di pohon. “Mereka suka madu, jadi di dalam lubang pohon kami kasih madu. Nanti dengan indra penciuman, mereka bisa mencari madu itu,” jelasnya. Itu menjadi bekal beruang bertahan hidup saat harus kembali ke hutan.
Saat memberikan makanan, beruang harus berada di dalam kandang (holding) masing-masing lebih dulu. Kemudian, petugas akan menyebarkan makanan ke beberapa area di kandang. Apabila, makanan sudah siap, beruang akan keluar dari kandangnya.

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
