
Jenderal Tito Karnavian
JawaPos.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian buka suara soal dugaan anak buahnya menyelundupkan senjata di Sudan. Menurut dia, 10 koper yang berada di dekat kontingen Formed Police Units (FPU) ke VIII bukanlah milik pasukan FPU VIII.
Ketika hendak pulang ke tanah air, pasukan yang telah menjalankan misi perdamaian bersama UNAMID di bawa PBB ini tertahan di Bandara Al Fashir Darfur, Sudan Jumat 20 Januari 2017. Mereka tertahan karena diduga menyelundupkan senjata yang berada di dalam 10 koper tersebut.
"Sebelumnya koper-koper (kontingan FPU VII) sudah diperiksa sebanyak 141 sebelum berangkat ke bandara dan tanggal 19 Januari dimasukkan ke dalam kontainer," kata Tito di Kompleks STIK-PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (25/1).
Sesampainya, di bandara pada tanggal 21 Januari 2017, terang Tito, barang diperiksa lagi. Jumlah koper FPU VIII tetap sama yakni 141. Lalu koper diperiksa melalui X Ray. Setelah 30 koper yang masuk di ruang tunggu umum, semuanya ada identitas FPU Indonesia.
"10 meter dari tempat itu (ruang tunggu) ada tumpukan koper tanpa identitas dan jenisnya beda dengan milik Polri itu adalah tempat umum. 10 koper itu ditanya punya siapa dijawab petugas kita bukan milik kita, milik kita totalnya 141 kemudian dari petugas di sana langsung meng Xray (10 koper) dan ditemukan hampir 100 senjata berbagai macam panjang dan pendek dan amunisi," terang Tito.
Petugas FPU VIII, terang Tito sudah menyangkal dengan keras kepada otoritas setempat bahwa 10 koper berisi senjata itu bukanlah milik FPU VIII. Sebab koper milik FPU VIII jumlahnya ada 141 koper. Apalagi 10 koper yang berisi senjata itu berbeda tumpukannya dengan 30 koper yang sudah masuk ke ruang tunggu X Ray.
Yang janggal lainnya, terang mantan Kadensus 88 ini, adalah ditemukan amunisi di dalam 10 koper tersebut. Jika amunisi ingin diselundupkan ke Indonesia, negara kita menurutnya memiliki lebih dari cukup amunisi.
"Amunisi untuk apa diselundupkan? Di Indonesia, kita sangat cukup (amunisi) mau jenis 556, jenis 7,62, jenis 9mm kita semua paham apalagi teman-teman di pasukan mereka sangat cukup kita punya Pindad perusahaan sendiri, tidak perlu amunisi, sehingga kecil kemungkinan itu milik FPU kita," katanya.
Kendati demikian, pihaknya belum mengetahui motif dari adanya 10 koper tersebut berada di dekat kontingen FPU Indonesia. "Kita belum tahu motif apa yang terjadi, yang pasti kita kirim tim malam ini untuk beragkat ke sana (Sudan) untuk memberikan bantuan hukum berkoordinasi dengan pemerintah setempat dengan PBB dan orotitas Sudan," tuntasnya. (elf/JPG)

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
