
Ilustrasi
JawaPos.com - Dalam hitungan hari, sejumlah wilayah di Indonesia akan menggelar Pilkada serentak. Para pasangan calon tengah giat-giatnya dalam melakukan kampanye, tak terkecuali yang ada di Jakarta.
Salah satu yang menjadi pembahasan menarik adalah soal dana kampanye paslon cagub dan cawagub. Pasalnya, ada paslon yang jujur soal dana kampanye dan ada yang tidak terbuka.
Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas berharap, para paslon bisa jujur dalam menyampaikan hal apapun ke publik. Terlebih soal keuangan selama kampanye.
"Kejujuran adalah sikap dan sifat yang harus dimiliki seseorang bila dia ingin sukses baik dalam hidup di dunia maupun di akhirat. Begitu juga dalam kehidupan berpolitik. Karena dengan kejujuran, dia akan bisa mendapatkan kepercayaan dari konstituennya, sehingga kepemimpinannya akan langgeng, karena akan mendapatkan dukungan yang tulus dari masyarakat yang dipimpinnya," ucap Anwar ketika dikonfirmasi, Rabu (25/1).
Dia juga mengingatkan, bila paslon tidak berbuat jujur, maka akan mudah tak mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. "Kalau ada yang melakukan tindak ketidakjujuran, yang bersangkutan telah melakukan tindak yang tak terpuji dan ini jelas tidak baik, terlebih bagi masyarakat dan rakyat yang dipimpinnya," ucap Anwar.
Bahkan, kata dia, MUI telah memiliki fatwa soal politik uang. "Itu sudah ada lama. Di era kepemimpinan Pak Din Syamsuddin, saat menjadi Ketua MUI," tutur Anwar. Yang pada artinya, segala bentuk politik uang itu telah diharamkan.
Sementara dikonfirmasi terpisah, mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Adnan Pandu Praja mengatakan, pada prinsipnya paslon harus melaporkan tata kelola keuangannya sejak diterima sampai ketika disalurkan. "Kalau sejak awal paslon sudah transparan dan tidak ada yang disembunyikan, Insya Allah dijamin ketika yang bersangkutan terpilih akan bebas dari jeratan KPK," jelas Adnan.
Sebaliknya, lanjut dia, bila yang dilaporkan jauh dari yang sesungguhnya terjadi, mudah diduga pola kerjanya akan juga manipulatif. Di mana, masih katanya, tidak jarang pinjaman yang sangat besar untuk dana kampanya akan menyandera paslon bila terpilih. (elf/JPG)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
