
Fadli Zon
JawaPos.com - Aksi saling lapor di Polri menjadi fenomena. Terakhir, Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dipolisikan Humas LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama, Baharuzaman karena dianggap menghina telah menodai agama dalam ceramahnya saat peringatan HUT ke-44 PDI-P beberapa waktu lalu.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, semua proses yang ada di masyarakat maupun proses hukum harus dihargai. Namun, dia meminta agar pihak kepolisian lebih selektif menerima dan memproses laporan dari masyarakat.
"Saya kira di sinilah polisi harus bisa memilah-milah," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/1).
Jika pihak kepolisian asal menerima laporan, akan menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. "Karena kalau nanti ada satu atau dua yang dituntut, sementara yang ini tidak, orang akan melihat polisi tidak bersikap adil atau profesional," tegasnya.
Dengan kata lain, lanjut Fadli, kepolisian harus menerapkan keadilan dalam proses penegakkan hukum. "Jangan sampai ada perasaan bahwa hukum itu hanya tajam kepada lawan, dan tumpul kepada kawan. Ini sangat berbahaya," pungkas Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu. (dna/JPG)

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
