
CARI BUKTI: Sejumlah anggota Polres Pati melakukan olah TKP atas hilangnya uang Rp 160 juta milik Sunoto di Jalan Pati-Kayen kemarin.
JawaPos.com - Modus pencurian dengan cara pecah kaca mobil kembali terjadi. Kali ini Nasib sial itu dialami Sunoto, warga Desa Bulumanis, Kecamatan Margoyoso, Selasa (24/1). Uang ratusan juta rupiah yang baru saja diambil dari bank amblas saat mampir ke sebuah warung makan.
Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, kejadian itu terjadi sekitar pukul 13.30, Selasa (24/1). Kejadian bermula saat korban usai mengambil uang tunai Rp 160 juta dari Bank Danamon Pati. Korban kemudian pergi ke warung makan Bu Tukul di Jalan Pati-Kayen, Dukuh Ngeluk, Panjunan, Kota. Sedangkan mobil di parkir di tepi jalan. Nahasnya tas berisikan uang tunai itu ditinggal di dalam mobil.
Tidak sampai 15 menit selepas makan siang, korban kembali ke mobil. Korban mendapati ban belakang bagian kirinya kempes. Tak hanya itu, kaca sebelah kiri mobilnya rupanya dipecah. Hal itulah yang membuatnya panik dan curiga atas kondisi kendaraannya. Benar saja, saat diperiksa tas berisikan uang miliknya telah raib.
Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo melalui Kabagops Kompol Sundoyo mengatakan, akibat aksi pencurian itu korban mengalami kerugian sebesar Rp 160 juta dan kerusakan pada kaca mobilnya. Hingga saat ini sendiri masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut.
”Saat ini kami juga tengah mengumpulkan barang bukti dan keterangan sejumlah saksi. Kami berupaya membongkar kasus tersebut. Termasuk, memburu para pelaku,” ujarnya.
Diperkirakan pelaku merupakan spesialis pengguna modus pecah kaca mobil. Untuk itulah pihaknya mengimbau masyarakat lebih berhati-hati jika mengambil uang tunai dengan jumlah yang besar.
”Bahkan masyarakat bisa mengajukan pengawalan dari kepolisian. Jika itu sebuah perusahaan bisa mengajukan dengan surat, kalau masyarakat bisa datang langsung ke sentra pelayanan giat masyarakat di Bagian Poperasional Polres Pati. Jangan diremehkan nanti menyesal kemudian,” paparnya.(*/radarkudus)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
