Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Januari 2017 | 02.44 WIB

Rangkaian Bunga Bertema Imlek, Cantik dan Memiliki Makna

BUNGA PREMIUM: Lindi Sinatra merangkai bunga dengan anggrek bulan dan pussy willow untuk Imlek. Dia menambahkan lampion dan amplop angpao. - Image

BUNGA PREMIUM: Lindi Sinatra merangkai bunga dengan anggrek bulan dan pussy willow untuk Imlek. Dia menambahkan lampion dan amplop angpao.

JawaPos.com Memilih memberikan rangkaian bunga untuk kerabat dan keluarga dekat untuk Imlek? Kenapa tidak. Selain sebagai tanda perhormatan, rangkaian bunga punya makna yang dalam. Karena itu, rangkaiannya kerap dibuat spesial.


Itulah yang belakangan ditekuni Lindi Sinatra, owner Gallerie Bunga Surabaya. Berawal dari hobi merangkai bunga, Lindi membuka Gallerie Bunga pada 2000. Dua minggu belakangan ini toko bunganya sedang kebanjiran order rangkaian Imlek. ’’Sudah ada 80 pesanan. Biasanya akan melonjak H-3 Imlek,’’ ujarnya.


Lindi menawarkan rangkaian bunga premium. Salah satunya dengan anggrek bulan dan bunga pussy willow. Bibit anggrek bulan didapatkan dari Taiwan dan dibudidayakan di Jawa Barat. Sedangkan pussy willow diimpor dari Tiongkok.


Uniknya, kelopak anggrek bulan tersebut lebih besar. Dalam satu tangkai, minimal ada sepuluh kelopak. ’’Itulah yang bikin rangkaian ini jadi istimewa,’’ ujar perempuan lulusan International Academy of Floristry Hongkong tersebut.


Rangkaian anggrek dan pussy willow tersebut tidak berbentuk buket, tetapi diletakkan dalam pot khusus. Pot itu berisi tanah dan biogel yang membuat tanaman lebih tahan lama. ’’Pussy willow bisa tahan satu tahun. Anggrek tahan satu bulan. Biasanya anggrek lokal hanya tahan satu minggu,’’ jelas Lindi. Supaya makin terasa nuansa Imlek-nya, Lindi biasa menggantung lampion kecil dan amplop angpao pada tangkai bunga.



Tak hanya bunga, Lindi juga memadukannya dengan buah seperti jeruk mandarin dan apel merah. Untuk menyusun rangkaian buah, Lindi menggunakan teknik wiring. Kawat hijau disilangkan di empat sisi, kemudian bagian atasnya disusun bunga dan buah. Dengan teknik itu, bentuk buah masih sempurna dan bisa dimakan. ’’Umumnya, parsel buah menggunakan teknik tusuk sate, jadi bentuk buahnya agak rusak,’’ jelasnya. (adn/c17/jan/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore