
Capaian Dinas PMK Surabaya 2016
JawaPos.com – Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Surabaya mengklaim kinerjanya pada 2016 meningkat. Indikatornya, tingkat ketepatan waktu penanganan kebakaran mencapai 100 persen.
Kepala DPK Surabaya Chandra Oratmangun menyatakan, capaian tersebut dipengaruhi faktor gencarnya sosialisasi pencegahan kebakaran. Tim dari DPK sering melakukan penyuluhan ke kawasan yang rawan terbakar. DPK juga bekerja sama dengan bakesbanglinmas untuk melangsungkan program tilik kamling. Kegiatannya, antara lain, menyampaikan materi pencegahan kebakaran melalui poster, brosur, dan stiker.
Partisipasi tinggi dari warga dalam melaporkan kebakaran pun menjadi faktor pendukung. Apalagi sejak diaktifkannya command center 112. ’’Nomornya nggak perlu dihafal, cukup 112 saja sudah langsung tersambung ke kami,’’ katanya. Penyuluhan juga dilangsungkan di pasar tradisional yang rawan terbakar. Untuk program itu, DPK bekerja sama dengan PD Pasar Surya. ’’Sosialisasinya bukan cuma ke pedagang, tapi juga pembeli,’’ tuturnya.
Dia menjelaskan, kebakaran sering terjadi di kawasan perumahan dan permukiman padat penduduk. Letak bangunan yang berdempetan membuat api cepat merembet ke bangunan di sebelahnya. Jilatan api juga rawan terjadi di gedung pencakar langit. Menurut Chandra, penambahan lantai gedung sering tidak seimbang dengan kemampuan mobil pemadam kebakaran. Tinggi skylift yang dimiliki DPK Surabaya saat ini hanya 55 meter. Mobil setinggi itu hanya mampu menangani kebakaran di gedung berlantai 11. Karena itu, Chandra mewanti-wanti pengelola gedung tinggi untuk mengurus izin instalasi sistem proteksi kebakaran. ’’Pihak kami akan rutin memeriksa tekanan air dan posisi hidran di gedung-gedung,’’ tambahnya.
Selama Januari 2017 DPK telah menangani 17 kasus. Termasuk jatuhnya truk trailer di boezem Morokrembangan. ’’Meskipun musim hujan, tetap ada kebakaran,’’ ucapnya. Mayoritas kasus kebakaran selama Januari disebabkan korsleting listrik.
Meski dari segi waktu telah memenuhi standar, DPK masih kekurangan armada. Saat ini DPK hanya memiliki 55 mobil pemadam kebakaran. ’’Padahal, idealnya ada 72 mobil untuk 31 kecamatan di Surabaya,’’ ungkapnya. Dia berharap kekurangan 17 mobil itu bisa tercukupi pada 2021.
Untungnya, DPK sudah punya 20 pos yang terdiri atas 5 UPTD dan 15 pos pembantu. Kini ditambah satu pos di balai pemuda untuk mengantisipasi kebakaran di gedung-gedung vital pemerintahan.
Kemudian, jumlah sumur kebakaran yang aktif kini mencapai 300 titik. Sisanya yang sudah tidak aktif merupakan bekas peninggalan Belanda. Ada pula sumur yang kini ditimpa bangunan baru. DPK akan meminta dinas PU untuk membangun kembali sumur-sumur yang tidak aktif itu guna memaksimalkan jangkauan sumber air. Namun, beberapa sumur yang tidak aktif tidak akan difungsikan lagi karena tidak sejalur dengan pipa PDAM. Untuk sementara, DPK memanfaatkan saluran air seperti dalam box culvert sebagai sumber air pemadam. (deb/c15/oni/sep/JPG)

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
