Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Januari 2017 | 02.13 WIB

Satu Terduga Pemukul Korban yang Tewas di Kali Surabaya Tertangkap

Terungkap dalam Sepekan - Image

Terungkap dalam Sepekan

JawaPos.com – Perburuan dua orang yang diduga berkelahi dengan Nova Ardiansyah membuahkan hasil Selasa (24/1) petang. Satu orang berhasil dibekuk. Hingga berita ini ditulis, pelaku masih dikeler polisi.


Berdasar informasi dari sumber di internal kepolisian, pelaku ditangkap tanpa perlawanan. Dia masih berada di dalam mobil untuk menunjukkan lokasi seorang kawannya yang juga terlibat perkelahian. Polisi belum membawanya ke Mapolrestabes Surabaya.


’’Ini masih ngejar satunya. Dia sudah mengaku terlibat perkelahian itu,’’ tuturnya singkat lewat sambungan telepon.


Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga belum mau membeberkan secara detail identitas pelaku. Dia hanya menyatakan, pelaku ditangkap tidak jauh dari lokasi perkelahian. Pelaku diketahui tidak sampai kabur ke luar kota. ’’Belum bisa kami buka karena yang satu lagi belum tertangkap,’’ ujarnya.


Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 itu menyatakan, pelaku yang ditangkap merupakan pelaku penganiayaan. Polisi belum bisa memberikan penjelasan karena pelaku belum ditanya lebih lengkap. ’’Dia ikut memukul Nova,’’ kata Shinto.


Polisi sementara akan mendalami pertikaian tersebut. Mereka belum menyimpulkan apakah pelaku secara sengaja mendorong Nova atau tidak. Yang jelas, kata Shinto, lokasi terceburnya Nova tidak jauh dari lokasi penemuan jenazah. Nova tidak tenggelam di Sepanjang, Sidoarjo, tapi di sekitar Karangpilang–Jambangan.


Jika dianalisis, jenazah lelaki yang akrab disapa Topeng itu diperkirakan berusia dua hari ketika ditemukan mengambang. Dengan kata lain, selama dua hari tersebut, Nova tenggelam dan tidak hanyut terbawa arus.


Hingga kini, polisi juga belum menanyakan motor Vixion yang dibawa Nova kepada pelaku yang tertangkap. Korps seragam cokelat masih berfokus memburu seluruh pelaku. ’’Kami juga belum bisa menjelaskan apa motif perkelahian itu,’’ ungkap polisi asal Medan tersebut.


Meski masih ada satu orang lagi yang lolos, Shinto optimistis anak buahnya bisa menangkapnya. Sebab, pelaku tidak menyadari bahwa dirinya sedang dikejar polisi. Dia tidak tahu bahwa kawannya sudah dibekuk. ’’Malam ini (tadi malam, Red) terus kami kejar. Besok (hari ini, Red) kami rilis,’’ tutur mantan Kasatreskrim Polresta Tangerang tersebut.


Di tempat terpisah, keluarga Nova belum mengetahui kabar tertangkapnya pelaku. Kakak pertama Nova, Wahyudi, menyatakan belum dikabari polisi. ’’Saya sempat tanya ke Polsek Karangpilang, tapi bilangnya sudah ditangani polrestabes semua,’’ katanya.


Demikian pula dengan Supiatin, istri Catur, pemilik motor Vixion. Dia menyatakan belum mendapat informasi apa pun dari polisi. Perempuan yang akrab disapa Titin itu berharap polisi bisa segera mengungkap kematian Nova. Ibu dua anak tersebut juga berharap pelaku yang ditangkap mengetahui keberadaan motor Vixion itu. ’’Mudah-mudahan saja motor saya juga bisa ketemu,’’ ujarnya.



Sebelumnya, polisi menyebut memeriksa dua saksi kunci. Berdasar keterangan mereka, Nova terlibat pertikaian. Keduanya juga menyebut dua nama yang kemudian langsung diburu polisi. (did/rid/bin/c5/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore