
BERI DUKUNGAN: Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menjenguk Nurhayati Selasa (24/1) di RSUD dr Soetomo.
JawaPos.com – Badannya kurus. Pipinya cekung. Rambutnya tipis. Nurhayati, 13, menderita asites sejak kecil. Asites adalah kondisi perut bengkak karena rongga abdomen terisi cairan patologis. Dan, Nurhayati baru mendapatkan penanganan.
Supinah, ibu Nurhayati, tidak henti-hentinya mengipasi anak keduanya itu. Padahal, ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUD dr Soetomo cukup dingin. Di ruang 6 x 4 meter tersebut, hanya ada dua pasien. AC pun menyala.
Nurhayati sempat malu-malu ketika Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf memintanya untuk bernyanyi Selasa (24/1). Dia hanya tersenyum. Tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. Baru ketika Gus Ipul, sapaan Saifullah, menanyakan nama bapaknya, Nurhayati menjawab. ’’Suradi,’’ jawab bocah asli Jember itu. Suaranya sangat lirih.
Sudah tiga hari Nurhayati menginap di rumah sakit yang berada di Jalan Karang Menjangan tersebut. Sebelumnya, dia dirawat di Rumah Sakit Bintang Sehat, Jember. Menurut Supinah, sudah beberapa minggu putrinya dirawat di sana. Setiap hari tim medis hanya menyedot cairan di dalam perut putrinya. ’’Belum tahu sakitnya apa,’’ katanya.
Perut Nurhayati memang terlihat membesar. Mirip orang busung lapar. Jika diraba, yang terasa adalah perutnya keras. Selama ini Nurhayati tidak sulit makan. Meski yang dikonsumsinya cukup sedikit jika dibandingkan dengan anak seusianya, dia makan secara teratur. ’’Minumnya banyak,’’ ujar Supinah.
Nurhayati juga bukan anak yang manja. Meski sedang sakit, menurut Supinah, anaknya itu mau melakukan aktivitasnya secara mandiri. Hanya, mobilitasnya tidak segesit orang kebanyakan. ’’Dia bisa jalan kok,’’ ucapnya.
Supinah dan Suradi pasrah. Mereka menyetujui Nurhayati dirawat di Surabaya dan menyerahkan semuanya kepada dokter. Untung, Nurhayati merupakan pasien BPJS Kesehatan. Biaya perawatannya gratis. Hal tersebut sangat membantu karena Supardi hanya bekerja sebagai buruh tani.
Sementara itu, dokter yang merawat Nurhayati, dr Bagus Setyobudi SpA (K), mengatakan bahwa penyebab asites yang diderita pasiennya tersebut belum diketahui. Asites cenderung terjadi pada penyakit menahun. ’’Asites pada pasien ini juga diderita sejak kecil,’’ katanya.
Ada beberapa yang menjadi penyebabnya. Bisa karena permasalahan pada hati atau ginjal. Bisa juga karena ada masalah dengan albumin. Sejak kedatangan Nurhayati, tim medis melakukan diagnosis. Di antaranya, dengan MRI dan pemeriksaan laboratorium. ’’Tapi, belum tahu penyebabnya,’’ tutur Bagus.
Kondisi Nurhayati stabil. Namun, karena penumpukan cairan di perut, dia mengalami sesak napas. Tim dokter telah memasang alat bantu napas. ’’Pasien juga mengalami kekurangan nutrisi,’’ jelasnya. Cairan di dalam perut mengakibatkan metabolismenya terganggu. Penyerapan sari makanan di saluran cerna juga tidak maksimal. Untuk itu, dokter memberikan asupan nutrisi melalui infus. ’’Kalau secara oral susah,’’ ucap konsultan gastrohepatologi tersebut. (lyn/c7/jan/sep/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
