Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Januari 2017 | 01.34 WIB

Asites sejak Kecil, Akhirnya Dapat Penanganan

BERI DUKUNGAN: Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menjenguk Nurhayati Selasa (24/1) di RSUD dr Soetomo. - Image

BERI DUKUNGAN: Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menjenguk Nurhayati Selasa (24/1) di RSUD dr Soetomo.

JawaPos.com Badannya kurus. Pipinya cekung. Rambutnya tipis. Nurhayati, 13, menderita asites sejak kecil. Asites adalah kondisi perut bengkak karena rongga abdomen terisi cairan patologis. Dan, Nurhayati baru mendapatkan penanganan.


Supinah, ibu Nurhayati, tidak henti-hentinya mengipasi anak keduanya itu. Padahal, ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUD dr Soetomo cukup dingin. Di ruang 6 x 4 meter tersebut, hanya ada dua pasien. AC pun menyala.


Nurhayati sempat malu-malu ketika Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf memintanya untuk bernyanyi Selasa (24/1). Dia hanya tersenyum. Tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. Baru ketika Gus Ipul, sapaan Saifullah, menanyakan nama bapaknya, Nurhayati menjawab. ’’Suradi,’’ jawab bocah asli Jember itu. Suaranya sangat lirih.


Sudah tiga hari Nurhayati menginap di rumah sakit yang berada di Jalan Karang Menjangan tersebut. Sebelumnya, dia dirawat di Rumah Sakit Bintang Sehat, Jember. Menurut Supinah, sudah beberapa minggu putrinya dirawat di sana. Setiap hari tim medis hanya menyedot cairan di dalam perut putrinya. ’’Belum tahu sakitnya apa,’’ katanya.


Perut Nurhayati memang terlihat membesar. Mirip orang busung lapar. Jika diraba, yang terasa adalah perutnya keras. Selama ini Nurhayati tidak sulit makan. Meski yang dikonsumsinya cukup sedikit jika dibandingkan dengan anak seusianya, dia makan secara teratur. ’’Minumnya banyak,’’ ujar Supinah.


Nurhayati juga bukan anak yang manja. Meski sedang sakit, menurut Supinah, anaknya itu mau melakukan aktivitasnya secara mandiri. Hanya, mobilitasnya tidak segesit orang kebanyakan. ’’Dia bisa jalan kok,’’ ucapnya.


Supinah dan Suradi pasrah. Mereka menyetujui Nurhayati dirawat di Surabaya dan menyerahkan semuanya kepada dokter. Untung, Nurhayati merupakan pasien BPJS Kesehatan. Biaya perawatannya gratis. Hal tersebut sangat membantu karena Supardi hanya bekerja sebagai buruh tani.


Sementara itu, dokter yang merawat Nurhayati, dr Bagus Setyobudi SpA (K), mengatakan bahwa penyebab asites yang diderita pasiennya tersebut belum diketahui. Asites cenderung terjadi pada penyakit menahun. ’’Asites pada pasien ini juga diderita sejak kecil,’’ katanya.


Ada beberapa yang menjadi penyebabnya. Bisa karena permasalahan pada hati atau ginjal. Bisa juga karena ada masalah dengan albumin. Sejak kedatangan Nurhayati, tim medis melakukan diagnosis. Di antaranya, dengan MRI dan pemeriksaan laboratorium. ’’Tapi, belum tahu penyebabnya,’’ tutur Bagus.



Kondisi Nurhayati stabil. Namun, karena penumpukan cairan di perut, dia mengalami sesak napas. Tim dokter telah memasang alat bantu napas. ’’Pasien juga mengalami kekurangan nutrisi,’’ jelasnya. Cairan di dalam perut mengakibatkan metabolismenya terganggu. Penyerapan sari makanan di saluran cerna juga tidak maksimal. Untuk itu, dokter memberikan asupan nutrisi melalui infus. ’’Kalau secara oral susah,’’ ucap konsultan gastrohepatologi tersebut. (lyn/c7/jan/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore