
SKALA INTERNASIONAL: Suasana bongkar muat barang di Terminal Manyar Pelabuhan Gresik (TMPG). Akan dibangun dermaga baru di sana untuk menunjang ekspor.
JawaPos.com – Pengelola pelabuhan tak mau disalahkan atas keluhan yang disampaikan pengusaha. Untuk menggenjot ekspor, mereka bakal membangun fasilitas baru tahun ini. Pembangunan dermaga diharapkan mendorong produktivitas industri.
’’Untuk layanan peti kemas, kami belum bisa memastikan. Namun, kami sudah menyiapkan dermaga baru untuk mendorong pelayaran internasional,’’ papar Direktur Utama PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) Putut Sri Muljanto, Selasa (24/1). Dia mengakui, rencana pembangunan dermaga sebenarnya adalah wacana lama. Namun, realisasinya berlangsung tahun ini.
Putut menyatakan, pembangunan dermaga baru memang menjadi prioritas. Sebab, Terminal Manyar Pelabuhan Gresik (TMPG) di kawasan industri terpadu Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) saat ini memiliki satu dermaga (fungsi depan-belakang). Padahal, permintaan jasa angkutan terus naik.
’’Dermaga baru nanti bisa digunakan untuk bersandar empat kapal besar. Sebagaimana yang lama, bagian depan dan belakang sama-sama bisa difungsikan,’’ katanya. Meski bentuknya sama, panjang dermaga direncanakan berbeda. Tempat bersandar kapal baru dibangun dengan panjang 300 meter. Sementara itu, yang lama hanya 250 meter.
Dia menjelaskan, desain dermaga sudah tuntas. Konstruksi segera dikerjakan. BJTI merogoh dana yang cukup besar untuk membangun infrastruktur tersebut. ’’Investasinya mencapai Rp 225 miliar,’’ tambahnya. Dia berharap dermaga baru bisa menarik pengusaha. Terutama mendorong ekspor industri di Kota Pudak.
Selama ini TMPG banyak digunakan kapal pengangkut impor. Mayoritas angkutan berasal dari limpahan Tanjung Perak, Surabaya. Mereka mengangkut bahan industri dari luar negeri. ’’Selain pupuk, ada kapal yang mengangkut gandum dan hasil olahan makanan,’’ jelasnya.
PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS), anak perusahaan BJTI sekaligus pengelola TMPG, mengklaim bahwa keberadaan pelabuhan mampu mengurangi biaya logistik hingga 50 persen. Hal itu disimpulkan dari efisiensi jumlah pemakaian kapal. Berdasar data perusahaan tersebut, produktivitas bongkar muat saat ini mencapai 2.500–3.000 ton per hari/gang. Kondisi itu membuat pelabuhan di Manyar tersebut semakin ramai. Sejak dioperasikan pada Januari 2016, pelabuhan internasional tersebut banyak disinggahi kapal asing. Ada yang berasal dari Amerika Serikat, Panama, Rusia, Hongkong, dan Malta.
Salah satunya adalah kapal MV Hector dari Rusia. Yakni, kapal yang memiliki bobot 29.862 GT (gross tonage) dengan kedalaman 12,5 meter. TMPG merupakan satu-satunya pelabuhan yang mampu menampung kapal jumbo tersebut. (hen/c16/ai/sep/JPG)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
