Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Januari 2017 | 00.40 WIB

Komitmen Forum Badan Permusyawaratan Desa Sidoarjo Memajukan Desa

KOMITMEN BERSAMA: Kepala desa dan jajaran BPD se-Kecamatan Candi seusai pengukuhan Forum BPD di Balai Desa Jambangan Minggu (22/1). Kecamatan Candi terdiri atas 24 desa yang tahun lalu belum mengikuti program Desa Melangkah. - Image

KOMITMEN BERSAMA: Kepala desa dan jajaran BPD se-Kecamatan Candi seusai pengukuhan Forum BPD di Balai Desa Jambangan Minggu (22/1). Kecamatan Candi terdiri atas 24 desa yang tahun lalu belum mengikuti program Desa Melangkah.

Kemajuan desa tidak bisa mengandalkan satu orang. Prinsip itulah yang dipegang teguh oleh anggota Forum Komunikasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kecamatan Candi saat pengukuhan di Balai Desa Jambangan, Minggu (22/1). Mereka berkomitmen untuk lebih memajukan desa.



DESA Melangkah menjadi salah satu program yang dapat mengambil peran bagi kemajuan desa. Program yang menggandeng Jawa Pos serta Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) tersebut berlangsung pada tahun lalu. Sebanyak 67 desa sudah merasakan dinamika kemajuan, terutama dalam mempromosikan desa selama bergabung dalam program itu. Perkembangan tersebut akan terus dijaga dan dievaluasi. Desa-desa wilayah Kecamatan Candi yang tahun lalu belum ikut Desa Melangkah ingin merasakan dinamika tersebut.


Ketua Forum Komunikasi BPD Kecamatan Candi Sujarwo mengatakan bahwa pihaknya sangat antusias untuk bergabung dengan Desa Melangkah. ”Kami sangat berharap bisa masuk ke dalam zona pendampingan Jawa Pos dan Umsida supaya kemajuan desa makin terarah,” ujar Sujarwo saat ditemui di tengah-tengah prosesi pengukuhan.


Dia sudah berkali-kali mengadakan koordinasi dengan pihak kecamatan, para kepala desa, serta BPD sendiri. Menurut dia, semua merespons positif. Bahkan, ada yang sudah siap ”melangkah” bersama program yang juga didukung pemerintah Kabupaten Sidoarjo tersebut. ”Tokoh-tokoh masyarakat juga sudah kami mintai masukan. Mereka sangat mendukung,” lanjut pria yang juga menjadi aktivis pemberdayaan desa itu.


Selain sarana pemberdayaan masyarakat desa dan media promosi, Sujarwo melihat potensi pengembangan transparansi melalui program tersebut. ”Saat kami diskusikan soal terobosan SIMDes (sistem informasi manajemen desa, Red) yang dibuat Desa Melangkah, kami jadi tertarik. Soalnya, salah satu fokus penting pelaksanaan pemerintahan adalah pengelolaan keuangan yang akuntabel dan transparan,” tutur Sujarwo.


Dalam kesempatan tersebut, juga hadir Ketua DPRD Sidoarjo Sulamul Hadi Nurmawan. Pria yang akrab disapa Gus Wawan itu menegaskan bahwa BPD memiliki fungsi yang sama dengan DPRD. ’’Sama-sama mengenal istilah pembuatan peraturan, termasuk harus mengambil peran aktif dalam pembentukan peraturan desa (perdes) serta anggarannya,” tutur Gus Wawan.


Gus Wawan juga menekankan bahwa pemerintah kabupaten tidak bisa berjalan sendiri untuk memajukan desa. Karena itu, program Desa Melangkah sangat membantu. Dia juga mengapresiasi semangat pemerintah Kecamatan Candi untuk semakin maju dengan bergabung bersama Desa Melangkah.



Gus Wawan meminta seluruh pelaksana pemerintahan desa untuk lebih meningkatkan kedewasaan diri dan ikhlas membangun desa. BPD juga harus bisa jadi garda terdepan dalam berbagai tindak lanjut peraturan daerah sehingga satu visi dengan pemerintah kabupaten. ”Kalau perlu, satu gerakan saja menindaklanjuti perdes yang dibutuhkan. Entah itu perdes soal PKL, sampah, atau yang lainnya,” ucapnya. (via/c6/dio/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore