
Maket apartemen PT Graha Investama Bersama
JawaPos.com - Gaya hidup di apartemen membuat setiap penghuninya bersikap individualis dan tidak saling mengenal dengan tetangga sekitar. Kaum urban umumnya memang sengaja mencari kehidupan seperti ini karena mobilitas yang tinggi dan kembali ke apartemen hanya untuk tidur. Namun banyak pula masyarakat dan keluarga yang tidak suka hidup di apartemen dan lebih memilih tingga di rumah konvensional (landed house).
PT Graha Investama Bersama, pengembang properti membidik gaya hidup tersebut untuk membuat kehidupan di apartemen yang lebih cair dan bahagia bersama lingkungan. Dengan pengembangan apartemen Urban Height Residences, sebuah kawasan hunian vertikal di pusat bisnis Serpong, Tangerang Selatan di atas lahan seluas 1,1 hektar berupaya membangun kehidupan bermasyarakat di apartemen.
Dengan konsep perubahan "The Evolution of Urban Living" dapat mengubah kehidupan urban lebih dekat dan peduli. Caranya dengan didukung teknologi digital dan fasilitas lengkap, sehingga dapat terbangun masyarakat yang lebih ceria yaitu "Life, Love, Laugh".
"Life, Love, Laugh merupakan suatu harmonisasi kehidupan yang terus dibangun dan disatukan dalam sebuah manifestasi inovasi berbentuk aplikasi digital yang dinamakan dunia urban atau urban world. Hal ini membuat penghuni biaa menyatu, lebih peduli dan bukan individualis," kata President Director PT GIB Land Hanifa Cokrodiharjo bersama jajaran direksi di Jakarta, Rabu (25/1).
Nantinya penghuni dapat memanfaatkan aplikasi teknologi digital untuk mengakselerasi interaksi sosial dan ekonomi ke dalam dan ke luar apartemen. Kemudian menyelaraskan hubungan yang bersifat horizontal antar penghuni, dan penghuni dengan masyarakat sekitar apartemen, serta mampu menjadi alat yang dapat memenuhi kebutuhan dalam satu aplikasi.
"Ada panic button juga, misalnya ada yang sakit di apartemen itu ada klinik bekerjasama dengan pemerintah Tangerang Selatan," jelasnya.
Hanifa menambahkan industri properti selalu ditopang dengan faktor penentu antara lain pertumbuhan ekonomi, tingkat suku bunga acuan, demografi, pengembangan properti hingga pembangunan infrastruktur. Tahun 2017, lanjutnya, pengusaha properti bahwa pasar akan tumbuh dengan baik.
"Kami memilih kawasan Serpong juga banyak pertumbuhan di kawasan ini 35 persen. Banyak pula perusahaan besar yang sudah pindah ke kawasan ini. Namun selanjutnya kami juga mencari kawasan lain misalnya Bekasi," kata Hanifa. (cr1/JPG)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
