Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Januari 2017 | 23.55 WIB

Polisi Pantau 39 Geng Motor di Kota Bogor

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Suyudi Ario Seto menginstruksikan jajarannya meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik tongkrongan. Dia tak mau lagi kecolongan aksi brutal geng motor. Walikota Bogor Bima Arya juga berjanji segera kembali turun dan razia ke lapangan.

“Kami siagakan 100 personel berjaga dan memantau titik-titik kumpul anak muda di wilayah Kota Bogor,” kata Suyudi kepada Radar Bogor (Jawa Pos Group), Selasa (24/01).

Selain menyiagakan 100 personel, pihaknya juga akan kembali menggalakkan patroli malam. Serta   menerjunkan  beberapa anggota tanpa seragam. “Tim patroli dan para petugas tertutup kita juga akan berperan aktif,” tukasnya.

Dengan pantauan para anggota, Suyudi yakin, tiap aktivitas yang mengancam warga Kota Bogor  dapat tercium. Sehingga polisi dapat segera melakukan langkah antisipasi. “Yang kami  lakukan adalah pencegahan,” cetusnya.

Upaya itu menyusul adanya tindak kriminal yang dilakukan para anggota geng motor yang menelan enam korban luka di Jalan Malabar Ujung, Tegal Lega, Jalan Perintis Kemerdekaan, serta di sebuah warnet di Pandawa Raya RT 01/02, Warung Jambu. Terkait dengan perkembangan kasus tersebut, pihaknya masih melakukan penyidikan.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Condro Sasongko menambahkan, pihaknya kemarin juga menyisir titik-titik yang biasa digunakan para gerombolan bermotor mangkal. Petugas mencari para pelaku pembacokan Minggu (22/1), ke markas 39 geng motor yang ada di Kota Hujan.

“Kita sudah sisir 39 geng motor yang ada, nanti akan mengerucut. Ciri-ciri pelaku, tinggi besar dengan rambut berwarna,” ujar  Sejauh ini polisi telah mengantongi ciri-ciri pelaku berdasarkan keterangan korban yang dilarikan ke PMI dan RSUD.

Namun menurut Condro, korban belum tentu tidak terlibat aksi tawuran atau bahkan menjadi anggota geng motor itu sendiri. Indikasinya, lokasi adalah titik pertemuan geng motor dan lokasi yang kerap dijadikan arena tawuran.

“Apalagi tidak ada laporan yang masuk ke kantor polisi. Mereka (korban) belum tentu korban geng motor. Bisa jadi korban juga ikut geng motor, atau tawuran. Bisa jadi sebelum diserang, ya menyerang duluan,” cetusnya.

Lokasi-lokasi yang kerap dijadikan tempat mangkal para gerombolan bermotor itu di seputaran Taman Heulang, Jalan Perintis Kemerdekaan, kawasan Warung Jambu, Jalan Bangbarung, Bantar Jati, Jalan Panduraya-ceger, Lodaya Tajur, serta sepanjang Sholeh Iskandar hingga Kayu Manis Tanah Sareal.

Meski begitu, lanjut Condro, pihaknya akan tetap mengusut kasus ini dan mencari para pembuat onar itu. Terlebih aksi para berandalan bermotor dikeluhkan banyak pihak karena meresahkan warga dan pengguna jalan.

Kepolisian, bakal meningkatkan razia lalu lintas dan satuan kriminal. Tahun kemarin dimana Muspida Bogor rutin melakukan razia, aksi para berandalan itu lambat laun berkurang. (pj/don/cr3/ran/azi/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore