
Ilustrasi
JawaPos.com - Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Suyudi Ario Seto menginstruksikan jajarannya meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik tongkrongan. Dia tak mau lagi kecolongan aksi brutal geng motor. Walikota Bogor Bima Arya juga berjanji segera kembali turun dan razia ke lapangan.
“Kami siagakan 100 personel berjaga dan memantau titik-titik kumpul anak muda di wilayah Kota Bogor,” kata Suyudi kepada Radar Bogor (Jawa Pos Group), Selasa (24/01).
Selain menyiagakan 100 personel, pihaknya juga akan kembali menggalakkan patroli malam. Serta menerjunkan beberapa anggota tanpa seragam. “Tim patroli dan para petugas tertutup kita juga akan berperan aktif,” tukasnya.
Dengan pantauan para anggota, Suyudi yakin, tiap aktivitas yang mengancam warga Kota Bogor dapat tercium. Sehingga polisi dapat segera melakukan langkah antisipasi. “Yang kami lakukan adalah pencegahan,” cetusnya.
Upaya itu menyusul adanya tindak kriminal yang dilakukan para anggota geng motor yang menelan enam korban luka di Jalan Malabar Ujung, Tegal Lega, Jalan Perintis Kemerdekaan, serta di sebuah warnet di Pandawa Raya RT 01/02, Warung Jambu. Terkait dengan perkembangan kasus tersebut, pihaknya masih melakukan penyidikan.
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Condro Sasongko menambahkan, pihaknya kemarin juga menyisir titik-titik yang biasa digunakan para gerombolan bermotor mangkal. Petugas mencari para pelaku pembacokan Minggu (22/1), ke markas 39 geng motor yang ada di Kota Hujan.
“Kita sudah sisir 39 geng motor yang ada, nanti akan mengerucut. Ciri-ciri pelaku, tinggi besar dengan rambut berwarna,” ujar Sejauh ini polisi telah mengantongi ciri-ciri pelaku berdasarkan keterangan korban yang dilarikan ke PMI dan RSUD.
Namun menurut Condro, korban belum tentu tidak terlibat aksi tawuran atau bahkan menjadi anggota geng motor itu sendiri. Indikasinya, lokasi adalah titik pertemuan geng motor dan lokasi yang kerap dijadikan arena tawuran.
“Apalagi tidak ada laporan yang masuk ke kantor polisi. Mereka (korban) belum tentu korban geng motor. Bisa jadi korban juga ikut geng motor, atau tawuran. Bisa jadi sebelum diserang, ya menyerang duluan,” cetusnya.
Lokasi-lokasi yang kerap dijadikan tempat mangkal para gerombolan bermotor itu di seputaran Taman Heulang, Jalan Perintis Kemerdekaan, kawasan Warung Jambu, Jalan Bangbarung, Bantar Jati, Jalan Panduraya-ceger, Lodaya Tajur, serta sepanjang Sholeh Iskandar hingga Kayu Manis Tanah Sareal.
Meski begitu, lanjut Condro, pihaknya akan tetap mengusut kasus ini dan mencari para pembuat onar itu. Terlebih aksi para berandalan bermotor dikeluhkan banyak pihak karena meresahkan warga dan pengguna jalan.
Kepolisian, bakal meningkatkan razia lalu lintas dan satuan kriminal. Tahun kemarin dimana Muspida Bogor rutin melakukan razia, aksi para berandalan itu lambat laun berkurang. (pj/don/cr3/ran/azi/yuz/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
