Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Januari 2017 | 20.31 WIB

PDIP Siapkan Jurus Lawan Pelapor Megawati

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. - Image

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

JawaPos.com - Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sedang gusar. Hal itu lantaran ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri, dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan penistaan agama.


Tim kuasa hukum PDIP juga sedang sibuk menyiapkan strategi atau jurus jitu,  untuk menyerang balik Baharuzzaman, yang diketahui melaporkan Presiden kelima tersebut.


"Saat ini tim hukum sudah bekerja untuk mengkaji, mencermati permasalahan. Tidak menutup kemungkinan untuk melaporkan balik pelapor," ujar politikus PDIP Arteria Dahlan kepada JawaPos.com (25/1).


Menurut anggota Komisi II DPR tersebut, dirinya mengaku kecewa adanya pelaporan tersebut. Pasalnya, saat ini Indonesia sedang mengalami kegaduhan politik dan sosial. Sehingga adanya perlaporan Megawati akan menjadi polemik baru.


"Karena pemerintah saat ini sedang merekatkan kembali persatuan dan nilai-nilai kebangsaan, malah terjadi kejadian seperti ini (pelaporan Megawati)," katanya.


Menurut Arteria dalam pidato Megawati yang dilaporkan tersebut tidak ada dugaan kalimat yang menistakan satu agama tertentu. Sebab, putri Proklamator Soekarno dalam pidatonya menunjukan keprihatinanya setelah melihat rakyat yang pernah dipimpinnya menjadi tidak rukun, tidak bersaudara, dan terpecah belah.


Di mana tutur Arteria, dalam pidato Megawati memiliki komitmen kuat untuk mengajak masyarakat tetap menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. "Mohon aparat penegak hukum dapat jeli mencermati, sehingga bisa menghasilkan penegakan hukum yang adil," ungkapnya.


Sebelumnya, Humas LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama, Baharuzzaman melaporkan Presiden kelima tersebut dalam kasus dugaan penistaan agama ‎ke Bareskrim Polri.


Dalam laporan, Baharuzzaman memperkarakan pernyataan Megawati yang isinya, 'Para pemimpin yang menganut ideologi tertutup memposisikan diri mereka sebagai pembawa self fulfilling‎ prophecy, atau para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang pasti akan terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, padahal, notabene mereka sendiri belum tentu melihatnya'. (cr2/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore